Hayu
“Mana, Yu, kamu ngapain sih, lama sekali,“ ucap Candra menoleh ke arah Hayu beberapa detik dan kembali memfokuskan pada jalanan yang dipenuhi kendaraan yang mengular panjang sekali.
“Iya sabar, ini juga baru dibuka, ingat Pak, orang sabar jidatnya lebar.”
“Kalau gitu, aku mending nggak sabar, Hayu. Takut jidatku semakin lebar, nanti takutnya cewek-cewek pada mengantre melihat jidatku yang lebar,” canda Candra garing.
“Nggak lucu, Pak. Candaan bapak kering kayak kanebo. Buka mulut, Pak.”
Candra membuka mulutnya, Hayu memasukkan sepertiga kue lemper ke dalam mulut Candra. Namun Hayu terenyak kaget, saat lidah Candra tak sengaja menyentuh jari Hayu.
Bab Populer