Lusia
“Hemm.... “ Lusia menggumam keras.
Lusia bahkan tak memperdulikan Emma yang sejak tadi terang – terangan memperhatikannya. Otak Lusia seperti di setrum dengan banyak energi.
Benar, memikirkan cara untuk kabur dengan perut kosong adalah hal yang sulit.
Lusia adalah perempuan yang polos. Dalam artian sebenarnya. Ia sangat sulit berdekatan dengan laki – laki karena sangat takut dengan norma susila, meski kebanyakan teman seusianya sudah melebihi batas norma kesusilaan. Tapi bagi Lusia, asalkan ia mematuhi norma. Ia akan menjadi wanita terhormat dan berharga diri.
Nyatanya, dunia Lusia jungkang – jungking begitu ia masuk ke dalam rumah ini. Rumah besar yang secara terang – terangan mengurungnya.
Chapitres populaires