Gadis Nakal Milik Paman Dingin
Ada yang sibuk di balik mesin espresso, ada yang berdiri di kasir sambil tersenyum ramah, dan ada pula yang hilir mudik mencatat pesanan dengan kemeja rapi.
Yura menepuk tangannya sendiri, wajahnya sumringah. “Fix! Ini tempat nongkrong favorit baru kita.”
“Dasar,” celetuk Yuri, meski matanya juga sempat terpaku pada barista berambut gondrong yang tampak keren saat menuang kopi.
Tanpa menunggu lebih lama, Aurel melangkah ke kasir. “Aku pesan ice coffee tiga sama kue coklat potong tiga, ya,” ucapnya penuh semangat.
Bab Populer