Apple of My Eye
tanyaku sambil menatapnya lekat.
“Memandangi langit pagi, siang, dan malam. Kadang cerah, kadang berbintang, kadang gelap pekat. Kadang di tengah kota, kadang di tengah hutan. Kadang dalam situasi damai, kadang genting,” jelasnya yang membuat hatiku adem, nyesss sekali mendengar kalimat itu keluar dari suaranya.
Tanpa terasa air mataku menetes, entah rasa darimana ini. “Kenapa sih kalimat Mas Dru seperti kalimat kesedihan, rasanya sedih mendengar curhatan seorang tentara.”
Hot Chapters