Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Billionaire's December Despair

Billionaire's December Despair

And as he gazed into her eyes, he reveled in the knowledge that she remained entrapped within the web he had spun. The seconds stretched, their gazes locked in a silent exchange that spoke volumes of their shared history. Legacy's eyes gleamed with a calculated intensity, his expression carefully calibrated to mirror the depths of sorrow he wished to convey. His every movement, every word, was a meticulously orchestrated symphony of manipulation, a symphony that he conducted with a cold and calculating precision.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Hati liar sang Alpha

Hati liar sang Alpha

Besar, cantik dan penuh luka. LYRA! AUUU... Dalam bentuk serigala penuhnya. Darah mengering di bulunya, sementara mata birunya yang biasanya tajam kini terbuka kosong ke arah langit retak di atas mereka. Tidak bergerak. Tidak bernapas. Mati. Elara membeku, napasnya tercekat. “...tidak…” Suaranya pecah pelan. Aelmon langsung berdiri di depannya seolah refleks, menahan Elara agar tidak terlalu dekat.
10736 viewsCompletedAdded to Library 16 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Mutasi Alam Liar

Mutasi Alam Liar

Jantung Budi berpacu cepat, matanya menatap tajam. Dan seketika itu juga... mata mayat itu terbuka! Sepasang bola mata yang mengerikan, kosong dan seolah tak bisa melihat apa pun. Pupilnya membesar hitam legam hingga memenuhi seluruh bagian mata. Tubuhnya yang kaku dan kering berusaha bangkit, bergerak dengan susah payah. Dari tenggorokannya terdengar suara geraman aneh dan berat. Mulutnya terbuka lebar, memperlihatkan gigi-gigi kuning yang tajam, disertai air liur kental yang menetes ke bawah. Sangat menjijikkan.
788 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Matanya berkaca-kaca, tapi ia tidak membiarkan air mata jatuh. “Kau tidak tahu bagaimana rasanya melihat seseorang hidup di kehidupan yang dulu bisa saja menjadi milikku.” Keheningan jatuh di antara mereka, berat seperti kabut. Obor berkeretak. Bayangan mereka menari di dinding dua sosok perempuan, satu berdiri dalam cahaya, satu tenggelam dalam gelap. Elyse berbicara lagi, lebih lirih. “Kau tidak harus mati demi harga dirimu.”
1082.3K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as lifeless eyes
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Di atas panggung yang kini bergetar oleh dengung mesin, dua kutub yang berseberangan itu akhirnya saling mengunci pandangan. Chad menatap Dimas melalui lensa kontak Eye of God-nya yang berpendar intens. Tatapannya penuh penghinaan, seolah ia sedang memindai sebuah benda usang yang sudah tidak layak pakai.
816 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Heartbeat

Heartbeat

Carla nampak berpikir selama beberapa saat, “Tatapan matanya itu menggangguku. Meski terlihat tajam dan dingin, tetapi entah mengapa tatapan itu terasa begitu hampa, ada kesunyian dan kesedihan di balik tatapan itu.” “Apa sekarang selain ahli merangkai bunga, kau juga ahli membaca tatapan orang lain?” ledek Evelyn. “Aku pernah melihat tatapan semacam itu,” Carla menatap teman baik dan juga pelanggannya itu dengan tatapan sedih. “Di mana?” tanya Evelyn tak mengerti. “Di pemakaman,” jawab Carla dengan dingin.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

menatap kosong ke mata hijaunya Fennel yang tampak berkaca-kaca, Lancient lekas melanjutkan pengutaraan akan rasa penasarannya, “… Tidak akan pernah bisa menghabiskan waktunya lagi, untuk bermain dengan orang yang masih hidup, … bukan?” Menegak ludahnya dengan bibir yang digigit, Fennel langsung menundukkan wajahnya untuk memalingkan muka yang tampak menahan rasa sedih dari Lancient, … dengan kelopak mata yang ia kerjap-kerjapkan selama lebih dari lima kali, berupaya dalam aksi mencegah genangan air matanya menjadi terlolos, yang kemudian berlinang melintasi pipi.
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Kamu kelihatan cemas.” “Aku tidak cemas,” jawab Bara, menatap lentera kecil di tangannya, lentera tanpa api yang ia dapat dari Bayangan Timur. Cahayanya kini berdenyut pelan, seirama dengan napas retakan di kejauhan. “Aku hanya berpikir... kalau dunia ini hidup, berarti ia juga bisa mati.” Liora menatap lentera itu lama. “Dan kamu takut?”
1.3K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Dead&Queen

Dead&Queen

“Lanjut kerja. Observasi gue belum selesai.” Rian berbisik ke Reina, “Dia lembut tapi mematikan.” Revan menimpali, “Ini bukan observasi cinta. Ini inspeksi hidup.” Reina menutup muka. “Kita mati perlahan-lahan, tapi tetap harus senyum.” ***
1.1K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as lifeless eyes
Read
+Library
Moonbound Deception

Moonbound Deception

My voice sounded strange and eerie to my own ears—hoarse from endless crying, empty like a house long abandoned, like the lonely echo from inside a dark and empty cave. Kael glanced back with slow movement, his green eyes that usually shone brightly now dim as they met my eyes that were swollen and red from non-stop crying. There was deep and immeasurable pain in his eyes, pain that I knew wasn't just from witnessing John's tragic death, but also from seeing the total destruction that had befallen my soul. "Sorry," he mumbled in a voice barely audible, carried away by the cold night wind. The word came from his trembling lips, carrying an infinite burden of regret.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as lifeless eyes
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status