Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku
Senyum terbuka merekah di wajahnya, dan untuk pertama kalinya hari itu, ia tampak benar-benar hidup.
“Wah, Alana,” suaranya ringan, nyaris antusias, “Kamu beli dua set peralatan lukis baru? Kuas dan cat ini… ini Old Holland, cat minyak dari Belanda. Dan kuasnya Isabey, yang bulunya cuma diambil dari batch khusus di Prancis. Set ini… nggak ada di sini. Bahkan di Eropa pun jarang ada yang jual lengkap begini.” Ia menoleh pada Alana, matanya berbinar. “Kamu mau mengajakku melukis bersama lagi?”
Alana hanya menatap kotak itu. Kata-kata Brian menggema di kepalanya, tapi bukan tentang keinginannya melukis. Yang ia dengar adalah pesan yang tak tertulis.
Hot Chapters