My Light
Ditambah, manik hitamnya menyorot amat dingin nan kosong—begitu membius dan mengerikan sekali.
“Hm, lucu sekali ya?” Rafan mulai memecah keheningan, dengan nada dingin mengatakan sesuatu. “Seminggu yang lalu, aku melakukannya—meskipun sadar itu agak memaksa, dan kau membentak bahwa aku lancang sekali.” Tatapan mata Rafan mulai tertuju pada Asya. “Lalu sekarang? Kau melakukannya dengan orang lain, anehnya tidak menyebutnya lancang? Setahuku, dia teman lamamu, ‘kan? Hanya teman lama, bukan pasangan atau apapun itu!” Rafan terkekeh pelan. “Lucu sekali ya?” Setelahnya terdiam sejenak, mulai melewati mereka berdua.
Namun, sebelum itu Rafan membisikkan sesuatu pada Bagas, membuatnya semakin diam.
인기 회차