Terjebak Gairah Siluman
Di depannya, sebuah gang sempit menganga, menjadi pintu masuk menuju labirin kos-kosan mahasiswa yang berhimpit-himpitan.
"Ayo, turun. Jangan jadi patung di situ."
Tagor meludah ke aspal, matanya yang kelam menyapu sekitar dengan waspada. Wulan melangkah keluar dengan ragu, tangannya refleks menarik ujung blouse putih tanpa lengannya yang terasa terlalu pendek.
Kain tipis itu mencetak jelas lekuk dadanya yang membusung kencang, bahkan memperlihatkan bayangan samar bra renda di baliknya saat sinar matahari menembus serat kain yang halus.