Elena: Luka Terindah
Rafael menyulut cerutu baru, menarik napas panjang, lalu membiarkannya terbakar perlahan.
“Elena Vetrova,” ia bergumam, suaranya nyaris tak terdengar.
Pesta di bawah masih bergemuruh, tapi di kamar atas, Rafael De Luca berdiri sendirian. Cerutu di tangannya sudah hampir habis, asapnya mengepul seperti kabut tipis yang menyelimuti wajah murungnya.
Ia berjalan pelan ke arah jendela besar, menatap pantai yang diterangi bulan. Ombak berkejaran, seolah mengejek pikirannya yang tak pernah tenang.
Hot Chapters