Lusia
“Hemm... hem... hem... “ Lusia bersenandung asal, tapi sangat ceria.
Tanganya sibuk memilah buku mana yang hendak ia baca, tentu saja dengan bahasa yang bisa ia mengerti, karena beberapa kali, Lusia menemukan buku menarik dengan sampul yang sangat keren, dan begitu membukanya, Lusia hanya bisa manyun. Karena buku itu di tulis dengan bahasa yang bahkan Lusia tak tau bahasa apa.
“Dapat.” Lusia meloncat turun, kakinya hampir saja terkilir kalau ia tak hati – hati.
인기 회차