Bias Cinta
“Ya udah, lupain aja. Sekarang aku cuma tahu satu perempuan yang paling cantik, paling nyebelin, dan paling bisa bikin aku nurut.”
“Cih!” Kedati mulut Cinta berdecih, tetapi bibirnya tidak dapat menahan senyum. “Nggak usah gombal! Mending tidur. Besok bangun subuh, terus olahraga biar perutnya rata lagi.”
“Siap Mama Ci, apa pun akan kulakukan untukmu.”
“Bias!” Cinta menahan tawa, meski bahunya mulai bergetar pelan. “Nggak usah gombal! Geli tauk!”