Mawar Hitam Berdarah
"Maria, sayang. Mulai sekarang kamu bisa menggunakan kembali kamar itu, kamu yang memegang uang untuk kebutuhan keluarga, dan mas akan selalu berada disampingmu setiap malam. Jadi, mas mohon kamu jangan pergi!"
Tangan Maria sontak berhenti memasukan baju. Dia melihat Fiko dengan pandangan nanar. Mata yang tak pernah mengeluarkan air itu kembali mengalirkan air mata. Ternyata Fiko selama ini bukannya tidak menyadari ketidak adilan dalam rumah tangganya, Fiko hanya menutup mata atas apa yang menimpa Maria. "Sudah terlambat Mas. Untuk apa sekarang kamu memohon-mohon seperti ini? Hatiku sudah terlanjur terluka." Maria mengusap air matanya yang kembali mengalir. "Orang kata, Mawar hitam adalah l
인기 회차