TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU
Ketika memasuki ruang tengah, mata Ronal tertuju pada sebuah meja makan, yang di atasnya terdapat sebakul nasi dan beberapa piring yang berisi lauk, cangkir dan teko ditambah kobokan juga tersedia di sana.
"Ayo duduk, Mas!" ucap Seruni sambil menarik sebuah kursi, sepertinya kursi itu berbahan kayu, bahan yang sama dengan meja makan yang berbentuk bundar.
"Ayo, makan! Makannya yang banyak sekalian, nggak usah pakai malu-malu segala," kata Membah setelah mereka bertiga duduk mengelilingi meja tersebut.
"Ya, Bah ... yaa ...! Terima kasih," jawab Ronal.
Bab Populer