Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mainan Malam Sang Miliarder

Mainan Malam Sang Miliarder

Meja makan bundar besar telah disusun sempurna. Makanan khas Tiongkok modern dan Perancis klasik menghiasi meja dengan cantik. Tawa dan obrolan memenuhi udara. Saat lift terbuka, Clara melangkah keluar. Tubuhnya tegak, senyumnya ringan, gerak tubuhnya seperti angin—tenang dan menawan. Semua mata menoleh ke arahnya. "Clara!" seru bibinya, sambil melambai dengan senang. "Akhirnya datang juga, sayang. Kami kira kau lupa."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Chemistrick

Chemistrick

Meja-meja berbentuk bundar dengan kursi rotan berbantalan empuk menjanjikan kenyamanan bagi para pengunjung. Puluhan roti, cake, puding, dan muffin memenuhi etalase. Robin baru saja terpikirkan hendak memesan roti dan puding saat Vivian kembali ke mejanya. Gadis itu membawa nampan berisi beberapa cangkir kopi yang menguarkan aroma harum. Robin menyukai kopi meski tak bisa disebut mengidolakan minuman itu. Dia memperhatikan dengan ekspresi tercengang saat Vivian memindahkan lima cangkir kopi ke atas meja.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 466 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Tapi sebuah meja bundar terbuat dari lembaran tak dikenal, yang setiap sisi mengeluarkan kilatan cahaya samar. Tanpa instruksi, Lena berjalan mendekat dan duduk di sisi meja itu. Kai menyusul, lalu Kapten Arya. Ustadz Faris terakhir, menatap meja itu sejenak sebelum ikut duduk. Tak ada satu pun yang berbicara.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Tuan Muda Kaya Raya

Bangkitnya Tuan Muda Kaya Raya

Mereka tiba di ruangan besar yang digunakan sebagai ruang makan. Spontan, Max menghitung berapa banyak meja bulat yang ada di ruangan itu. 10 meja dengan 8 kursi masing-masing. Melihat Max sepertinya tertarik dengan ruang makan yang besar itu, Landy berinisiatif menjelaskan, “Ruang ini dibuka hanya jika ada pertemuan keluarga besar seperti saat ini.” “Ah … kalau biasanya? Apa ada ruang makan kecil?” tanya Max yang jiwa penasarannya meronta.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
HOPELESS ROMANTIC

HOPELESS ROMANTIC

jawabnya pendek sambil menutup pintu ruang kerjanya kembali. Mata Bella terbelalak. Nggak salah dengar aku? Apa? Batinnya heran. Di dalam ruangan itu rupanya sudah tersedia meja makan bundar yang dipenuhi aneka menu serta minuman dingin yang menyegarkan. Yusuf menarik salah satu kursi untuk mempersilakan Bella duduk. "Kenapa bengong? Duduk!" titah Yusuf, Bella buru-buru menurut meski masih dilanda kebingungan.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Bintangku

Bintangku

adu Arga, membuat Rava memelototkan matanya ke arah suaminya. Melihat itu, Ravi hanya bisa menghela napas panjang dan merubah posisi mereka. Mendudukkan Arha di atas kursi itu sendirian. Dan kemudian Ravi duduk di tempat biasanya ia melakukan ritual makan bersama keluarganya. Duduk di tengah-tengah dan menghadap keempat keluarganya yang duduk berjajar di sisi kiri dan kanannya. Karena meja makan mereka berbentuk bundar. Tidak mungkin mereka duduk berbaris seperti makan di meja yang berbentuk persegi panjang bukan?!
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Suami Pilihan

Suami Pilihan

Kakek Lin tertawa ringan sambil melambaikan tangannya memberi isyarat agar dia mengambil tempat duduknya. Meja bundar besar itu sangat mewah, dengan diameter sekitar 5 meter. Di atasnya, banyak hidangan menu mewah terbaik memenuhi meja, ketiga kursi disusun melingkari meja. Karena mejanya lumayan besar posisi duduk yang mereka tempati agak berjauhan.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Ketika memasuki ruang tengah, mata Ronal tertuju pada sebuah meja makan, yang di atasnya terdapat sebakul nasi dan beberapa piring yang berisi lauk, cangkir dan teko ditambah kobokan juga tersedia di sana. "Ayo duduk, Mas!" ucap Seruni sambil menarik sebuah kursi, sepertinya kursi itu berbahan kayu, bahan yang sama dengan meja makan yang berbentuk bundar. "Ayo, makan! Makannya yang banyak sekalian, nggak usah pakai malu-malu segala," kata Membah setelah mereka bertiga duduk mengelilingi meja tersebut. "Ya, Bah ... yaa ...! Terima kasih," jawab Ronal.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
GARA-GARA MAHAR LIMA JUTA

GARA-GARA MAHAR LIMA JUTA

tanya Bi Sumi dengan sopan. "Tolong, pindahkan semua yang di meja makan ke sini ya. Kayaknya kita mesti beli meja makan yang lebih besar lagi biar kursinya banyak. Sekarang baru sepuluh kursi, jadi kurang," titah Bunda dengan suara yang sedikit dikeraskan. Mungkin agar terdengar meja makan dengan kursi sepuluh miliknya. "Baik, Nyonya," sahut Bi Sumi yang langsung berbalik ke meja makan.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Presdir Posesif

Melahirkan Anak Presdir Posesif

Meja bundar dengan taplak putih bersih berdiri di tengah, dihiasi dengan rangkaian bunga mawar merah dan lilin-lilin kecil yang menyala lembut. Kursi-kursi elegan telah disiapkan, dan di atas meja, dua piring porselen dengan peralatan makan berkilauan tersusun dengan rapi, seolah menunggu pemiliknya untuk menikmati hidangan istimewa.
1041.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai meja makan bundar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status