I. Tulisan Untuk Orick: Dunia Merah Jambu
"Ya aku datang kesini, kita datang kesini nih... mau bahas rencana pernikahan kita, sayang. Kamu nggak mau emang nikah sama aku? Aku ganteng, tinggi, pinter, segala bisa, banyak uang, kamu nggak mau?"
Oke, tingkat percaya dirinya sudah mulai melambung, guys. Jangan aneh, ini memang sifat alamiah seorang Manuangga Orick. Sebelum negara api menyerang, kalimat-kalimat semacam pujian diri sudah seringkali kudengar. Dan ini bukan seberapa, makanya aku hanya bisa tersenyum. TERSENYUM PAKSA. Iyakan saja deh, biar cepat.
"Nikah ya..." Aku membetulkan posisi dudukku sembari berdeham untuk menetralkan rasa ragu yang tiba-tiba menyerang dada.
Bab Populer