Jerat Kematian CEO Maut
Janji yang terucap tak mungkin terhapus saja
Walau rintangan berjuta, walau cobaan memaksa
Diriku terjerat di peluk asmara
Terlambat untuk berdusta, terlambatlah sudah
Menyentuh sanubari tak semudah kusangka
Yakin akan cintamu, yakin 'kan segalanya
Perlahan dan pasti daku
'Kan melangkah menuju damai jiwa
Melvin terpukau.
“Astaga!”
“Indah sekali, Miss Rissa!”
Dia lalu bertepuk tangan.
“Bravo, bravo!!!” Dia tampak senang sekali. Penampilan Rissa sebagus yang dibayangkannya!
Rissa terlihat malu-malu dan tersenyum.
“Anda terlalu memuji, Pak,” katanya.
Mereka lalu saling tersenyum dan Melvin mulai merasakan sesuatu di jantungnya yang telah lama mati. Seolah jantung itu hidup dan berdetak kembali
Chapitres populaires