Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
APRILISYA

APRILISYA

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Aroma popcorn caramel menyeruak menusuk hidung. Laki-laki itu sepertinya sangat menikamati. Bahkan jari-jarinya lengket karena caramel, sama sekali tidak menjadi masalah sepertinya. Popcorn Caramel itu menemaninya sambil menonton film yang sedang ditayangkan. Malam ini rasanya sulit untu tertidur. “Tiap hari lo sendirian gini?” tanya Aliga pada April yang sama-sama sedang menonton layar didepannya.
102.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
8 Tahun Mencintainya

8 Tahun Mencintainya

Elena Runabel Mo muntah gue van Eh mana sih @Elrino Demarca @Daver Negarald xaverius ander lo mau ngomong apesi na repot amat Elrino Demarca hah apa kenapa gue di mana? Daver Negarald goblok Elena Runabel Ih kasar Daver Negarald eh lupa banyak ank kecil di sini @Elena Runabel @Fara Maria @Anara Emiley sorry Anara Emiley anjir la emg xaverius ander tolol WKWKWK @Daver Negarald eh ngomongnya dijaga ya anara Anara Emiley eh kaca di mana ya -_- Fara Maria NGACA BANG NGACA
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Ketua OSIS

Ketua OSIS

Camkan, Kompeni adalah penguasa di Taruna Bangsa! Selin berdiri dari duduknya dan melangkah maju mendekati Rehan yang tengah memainkan ponsel miliknya. Ponsel Selin jelas punya pola sandi, namun waktunya sangat pas ketika Selin sedang memainkan benda pipih itu, Rehan datang dan langsung merebutnya. Sehingga seperti sekarang ini, cowok itu dapat dengan bebas mengakses seluruh isinya. "Lo mau apa, Han?" tanya Selin khawatir. Takut? Jelas tidak usah ditanya lagi. Namun gerakannya yang hendak merebut kembali benda pipih itu tertahan karena Ari dan Yoyon yang menghalanginya.
1019.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

LEPAS BAHAGIA “Gimana mau bosan, kalau kamu aja selucu ini” Ditepi tempat tidur sambil bersandar pada kepala ranjang, kedua tangan diamit erat seolah tidak ingin lepas. Pipi ini sudah jelas seperti kepiting rebus yang siap di santap, senyum pun merekah bak bunga mekar.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
AKU HANYALAH SELIR

AKU HANYALAH SELIR

Part 11 Semalaman Mas Fahmi murung. Ia pelit jadi bicara, padahal sebelumnya dialah yang selalu mengajakku berbincang. "Apa kamu sedih tidak bisa menemui seseorang?" tanyaku tanpa basa-basi. "Kamu bicara apa? Aku sedang merasa tidak enak karena sudah menggunakan uang kamu," katanya.
1016.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 511 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Tentunya tanpa privasi atau rahasia. Hari itu kebetulan Izza ijin tidak masuk kerja. Dia mau fokus menyervis HP nya yang error. Untuk berbagi info dengan rekan kantor, Izza memakai ponsel suaminya. Saat Izza sedang mengetik pesan kepada rekan kerjanya lewat ponsel Yanto. Tiba-tiba ada pesan masuk. Bukan di WA, tapi di aplikasi michat. "Sayang, aku kangen banget nih" Bunyi pesan tersebut. Nama ID-nya 'Maya Flower'.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

ucap Sony dengan suara lunak. “Iya Pak, minta izin membersihkan ruangan Bapak, ada rekan saya juga di dalam toilet, sedang bersih-bersih,” jelas Selina sambil menjauh dari meja kerja lelaki bertubuh tinggi dan bermata sipit itu. “Oh iya, siapa namamu tadi?” “Selina, Pak,” “Bagus nama kamu, secantik orangnya,” puji Sony coba menarik perhatian Selina. “Selina bisa Bapak minta tolong buatkan kopi hitam, tanpa gula ya?”
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status