Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Berengseklicious

Cinta Berengseklicious

Kata Rissa lirih. *** Risa kembali makan semangkok Bakso setelah puas menertawai Cecep. Satu jam kemudiam papi menelepon. "Kamu kan bisa izin sebentar, Ris." Kata papi Rissa di ujung telepon. "Masa' izin pa. Kan tanggung amat baru iship dua bulan pake izin." Jawab Rissa membela diri. "Izin sehari dua hari aja, Nak. Pak Sutan Syahrial teman dekat papi mau mengajak Richi datang melamarmu." Kata papi lagi.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Dan semua orang kini menilai Gita sebagai sumber kekacauan. Gita menutup wajah dengan kedua tangannya. Rasa panas naik ke matanya. Ia tidak menangis, tapi hampir. Belum stabil emosinya, tiba-tiba suara pintu diketuk lagi. Kali ini lebih keras. Bukan pelayan. Gita buru-buru menghapus jejak air di sudut mata. “Masuk saja.” Yang muncul adalah Raisa, Dayang Permaisuri, perempuan tegas yang sangat dekat dengan Dias. Wajahnya tidak marah, tapi jelas-jelas kecewa.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

“Jadi kalau memang ada sesuatu, gue pikir biar Hagia sendiri yang cerita kalau dia udah siap.” Hagia tersenyum tipis. Ada rasa hangat yang mengalir di dadanya. “Thanks, Ris.” “Dan lo nggak cerita ke gue, Mbak?” protes Arsenio. “Bukan nggak cerita.” Risa memutar bola matanya. “Ini kan baru spekulasi gue. Dan ini gosip sensitif. Gue nggak mau ikut campur urusan pribadi orang.”
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

“Terserah mana aja mau lo, deh.” “Yakin, nih, terserah gue?” Aku bertanya untuk memastikan. “Y-ya ... tapi jangan di bagian sensitif gue.” Bagian sensitif? Ini maksudnya bagian sensitif di mana, ya? Nanti gue malah serba salah, lagi. “Emang bagian sensitif lo di mana?” “Ah, bego, deh!” Risna mendengkus kesal, lalu menjejakkan langkah cepat ke luar sekolah.
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

POV DAFA Happy reading everyone 💕 "Resek lu, ya! Gue di kamar dan enggak mau ketemu lu orang! Selama lu di sini jangan lu telepon gue ataupun nunjukin sesuatu yang mencurigakan. Paham enggak, lu, Ris!” “Heh, bukan, gue cemen ataupun letoi, ya, Ris! Gue begini cari aman! Lu, juga pasti enggak bakalan mau kan, ketahuan!”
10146.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

"Aw ... Sakit Ris. Di elus aja gimana? Aw.... Aw.... Aw .... Ganas juga ya kamu." "Mesum," bisik Risa dan tersenyum kepada semua orang yang meliriknya. Risa memelototi Abi yang hanya cengengesan. Mereka berdua begitu natural tanpa rekayasa. Keusilan Abi dan cemberutnya Risa terlihat romantis bagi siapapun yang melihatnya termasuk di mata Arjuna dan Viona. "Ckckck ternyata cewek kriteria si AC kayak gitu. Ya ampun kirain dia beneran jeruk makan jeruk loh," ucap Rudi pada sang istri dan posisi mereka dekat dengan pasutri yang sedang galau.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
2nd (second)  Destiny

2nd (second) Destiny

lirih Risha sambil tertawa pelan melihat ekspresi sahabatnya. "Eeh tapi, yang ngaterin elu itu ganteng-ganteng lho, kasih tau dong namanya sama nomor W*-nya? Lumayan banget tuh bule, pinter ngomong bahasa indonesia lagi. Tau aja gua paling belibet kalo ngomong bahasa inggris," goda Sisil sambil menggoyang-goyangkan lengan Risha.
1014.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
Gadis 50 Juta Sang Presdir

Gadis 50 Juta Sang Presdir

Ekspresinya memang tidak ketus, tetapi diwakilkan oleh kalimatnya. Riska tersenyum kecil menanggapi reaksi Amira. “Apa kalian sedang marahan?” Saat ini dia harus berlaga polos untuk mengetahui alasan di balik sikap Amira, apakah kecurigaan Erzhan benar? “Tidak. Kami biasa saja.” Datar Amira saat make up sedang diaplikasikan di wajahnya. “Erzhan terlihat sangat cemas ....” Riska masih melanjutkan misinya mencari tahu.
1036.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
Jerat Kematian CEO Maut

Jerat Kematian CEO Maut

“Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu. Sampai ketemu besok, Miss Rissa.” *** Keesokan harinya Rissa gelisah bukan main sepanjang hari. Teman-temannya penasaran melihatnya. “Pantat kamu gatal ya, Miss Rissa?” kata Ifan usil. Dia tersenyum memandang Rissa. “Ah bisa aja,” kata Rissa segera. Dia baru sadar dia terlalu memperlihatkan kegelisahaannya hari ini. “Nggak bisa tidur, Ris?” tanya Gita sambil nyengir.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai merasa risih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status