Ibu Susu untuk Bayi Gaib
Mimpi itu bisa datang sendiri, memutar adegan demi adegan dengan begitu intens di kepalanya.
Sekujur tubuh Tini meremang, napasnya sedikit memburu, ada kehangatan yang menjalar dari perut ke bawah.
Tini mengusap wajahnya keras, berusaha mengusir bayangan itu. Ia membuka novel lebih lebar, memaksakan matanya membaca.
"Hasan berjalan di jalanan kota yang ramai, tapi hatinya hampa..."
Ia membaca baris demi baris, memaksa pikirannya fokus pada kata-kata di kertas. Perlahan, bayangan-bayangan itu memudar.
Capítulos Populares