Menuju Matahari
Wiwien Wintartojaka sembung bawa goloknovel lelaki tak terlihat kayamodel golok kerenrambut pendek lelaki
“Tentunya kau sekarang tak berpikir bahwa jalan balik ke Gunung Wijil atau ke Kotaraja Pasir adalah satu pilihan yang pintar, bukan?”
Candrakumala tak bisa menjawab. Seluruh kekuatannya hampir habis hanya untuk mencegah agar ia tidak buang air kecil dan sekaligus air besar di situ.
“Sudah saatnya kau melupakan dan meninggalkan selamanya empuknya kasur Keraton dan hangatnya tubuh-tubuh tanpa busana semua perempuanmu di Kaputren. Sekarang takdirmu adalah di sini, bersamaku, Balung, dan para harimau lain. Dan seperti tadi kubilang, mulai sekarang namamu adalah Mong. Mong berarti harimau. Nanti kau akan menjadi harimau, sepertiku, seperti kami.”