Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

Part 140 Pov Dina "Eeeh Kocrot! Moncrot! Asyem!" Hahahahaha si Ang latah. "Uh ngagetin aja sih kan aku terkejoet!" seru Ang. "Hahahahaha latahnya gimana tadi Ang? Kocrot moncrot? Apanya yang moncrot Ang? Hahhhahaha." ledek Andra. "Eh moncrot!" seru Sony.
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Crazy Woman

Crazy Woman

Sungguh, ia sangat kecewa dengan Monokrom kali ini. ######################################################
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Primadonaku

Primadonaku

yang dimaksud bigbos adalah Anggodo. "Kamu dengar dari siapa, Dini?" Karina yang sudah setahun menjadi bidadari syahwat itu setengah berbisik. "Aku tadi secara tak sengaja mendengar percakapan Madem Sonya dan Zus Jenet," Dini pun tetap bersuara lirih khawatir ada yang mrndengar. "Katanya, sih dibawa kabur pemesannya,"
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Atuk membeirkan segelas air putih bening padaku. Waktu awal-awal minum masih terasa biasa saja. Namun, berbeda ketika semua air sudah habis. Perutku serasa diaduk-aduk. Aku tak tahan lagi dan akhirnya muntah di atas piring. Isinya belatung. Saking jijiknya aku muntah lagi sampai berhenti sendiri. “Nak Anton.” Anak laki-laki Atuk yang bicara padaku. Atuk aku lihat membacakan doa lagi di depan air putih dua botol ukuran besar dan satu ukuran kecil.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Bosku, Mantanku!

Bosku, Mantanku!

“Gue masih ada stok cokelat dua puluh batang di rumah. Lagian enek juga lama-lama makan cokelat tiap hari.” Teman kelasku menyengir senang mendapat rezeki nomplok. “Kalo gitu makasih deh, cokelatnya. Tapi lo terima, nih, kertas suratnya. Nempel di bungkus cokelat soalnya, gue gak enak buangnya.” Aku menerima secarik kertas dengan tulisan tangan yang sering kulihat satu bulan belakangan ini. Disitu tertulis jelas nama Mahesa Bagaswara ditulis dengan huruf kapital membuatku penasaran dengan wajah aslinya.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

kata Rio Miftah melirik gelas yang ada di hadapananya, lalu menatap Rio yang sudah meminum minuman itu dengan satu tegukan besar. "Apa rasanya enak? Kenapa kau meringis setelah minum itu?" Tanya Miftah heran sekaligus penasaran "Coba saja.. Jangan banyak tanya!" jawab Rio dan menyodorkan gelas berisi vodka kepada Miftah. Miftah menerima uluran gelas dari Rio dan mencoba mengirup aroma minum minuman itu. Baunya aneh, batin Miftah. Di minum lah sedikit dan Miftah langsung menjulurkan lidahnya, merasakan tenggorokannya seperti terbakar.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Mantanku Calon Mertuaku

Mantanku Calon Mertuaku

protes lelaki paruh baya yang mengaku bernama Om Bram itu. Kulihat dia membuka kulkas dan mengeluarkan minuman dalam kemasan botol. Dia buka botol itu dan menuangkannya ke dalam gelas bening. Ada gelembung udara dalam gelas. Kurasa itu minuman bersoda seperti Spr*te atau sejenisnya. “Minumlah!” perintahnya. “Maaf, saya belum sarapan, apakah tidak apa-apa minum air soda dingin?” Aku menolaknya dengan halus.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Pulau Misteri

Pulau Misteri

Sebuah sosok misterius muncul, berdiri di atas bukit dengan pakaian yang berkilauan di bawah cahaya bulan. "Ini dia," bisik Sarah, matanya terbelalak kagum. "Itu Maha Penyihir Agatha." Agatha, dengan tatapan tajamnya, melihat ke arah mereka dengan penuh kekuatan. "Kalian semua terjebak di sini karena kalian telah mengganggu kekuatan yang lebih besar dari kalian," ujarnya dengan suara yang menggetarkan udara. Mia menelan ludah, merasa tegang. "Kami tidak bermaksud mengganggu siapa pun. Kami hanya ingin menjaga pulau ini dan melindungi penduduknya."
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sesekali tampak bagai terbawa oleh embusan angin. Sekujur badan makhluk itu juga mengeluarkan pancaran energi bak kepulan asap. Yang menandakan, mereka merupakan makhluk golongan Spirit. Monter itu memiliki wajah rata. Pada kepalanya tertera tanda berbentuk spiral. “Apa aku bilang. Kurang ajar memang si Hong berengsek itu. Bersiaplah, Senior. Ikuti instruksi Bibi. Kita kalahkan mereka bersama-sama!”
9.955.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai s montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status