My Game Boyfriend
Bab 104
Pagi itu, sinar matahari menyelinap masuk lewat celah jendela kamar yang sedikit terbuka, membawa serta aroma segar dedaunan dan wangi melati yang kian mekar di halaman depan. Melati terbangun dengan perasaan tenang yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—seolah semua keraguan, ketakutan, dan kekhawatiran yang pernah menyelimuti hatinya selama ini telah luruh sepenuhnya, digantikan oleh keyakinan yang kokoh seperti akar pohon mangga tua di halaman rumah mereka. Ia berbaring diam sejenak, menatap langit-langit kamar yang dicat warna krem lembut, lalu perlahan meletakkan telapak tangannya di atas perutnya yang kini mulai terlihat jelas membulat, menandakan bahwa kehidupan di dalam sana