Jatuh Miskin Karena Selingkuh
Sebagai seorang ibu, aku yakin ia tak menginginkan kehancuran rumah tangga anaknya.
“Dengar, Nita. Mama paham kebingunganmu. Latar belakangmu yang tak sama dengan keluarga ini, membuatmu terkesan monoton dalam menyikapi masalah. Kau memergoki suamimu selingkuh, saat itu pula kau pergi dan minta cerai. Gak begitu caranya, Nita. Kau harus paham, bahwa suamimu itu banyak uangnya. Ingat, ada gula ada semut. Uang adalah magnet menggiurkan bagi para wanita. Kau pun harus pandai memposisikan dirimu sebagai seorang istri konglomerat. Mengharapkan suamimu setia, itu adalah harapan palsu.” Mama Mira menggenggam tanganku, ia selalu meminta pengertianku setiap anaknya berulah.