Menggoda Sang Paman
Centong ajaibtiba tiba lemas dan keringat dinginketuk pintu jam 12 malammandi jam 11 malamkabur matanya karena hendak pingsan
“Iya, Mbak?”
“Aku Lia. Aku sering lihat kamu, tapi baru sempat nyapa sekarang. Kamu cantik banget, ya! Putri siapa sih?” ujarnya ramah, sambil menyipitkan mata menahan silau matahari.
Nabila tertawa kecil, sedikit tersipu. “Makasih, Mbak. Aku tinggal sama Om. Mama papa udah gak ada.”
“Oh… Om Govan yang tinggi, putih, kalem itu?”