Digilai Psikopat
Gadis itu berbicara lebih rileks, meski terus menyeka keringat di pelipis lalu menggosokkan ke paha.
Dia merapatkan tangan jadi satu kepalan. “Namaku Lia Lavinder, adik kandung dari orang yang kalian sebut Pak Luther. Seperti yang kalian tahu, aku tidak seperti manusia normal. Ada sesuatu yang salah di otakku, tapi untungnya pengobatan yang telah kujalani separuh usiaku membuahkan hasil. Meski tidak sempurna, otakku yang ‘mengalami perbaikan ini’ bisa saja malfungsi. Dengan kata lain, aku bisa kambuh. Jadi, hm ... aku memohon pengertian kalian,” beber Lia, lalu membungkukkan setengah badan mengikuti tradisi Asia, seperti Korea dan Jepang.
Bab Populer