Target Cinta sang Pewaris
Naya bungkam, ia merasa bersalah pada sahabatnya, “Maaf ya, Dil. Aku terlalu antusias sampai nggak ngerti kamu udah capek.”
Ardila terkekeh, ia membernarkan posisi duduknya dengan nyaman. “Nggak apa, Naya. Malah aneh kalau kamu nggak antusias.”
“Kamu tidur gih, kalau udah dekat villa baru aku bangunin,” ucap Naya.
“Tau aja kalau aku ngantuk,” setelah berucap, Ardila memejamkan matanya perlahan. Ia ingin istirahat.
Chapitres populaires