Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Aris hidup di tengah keluarga yang lebih sering menjadi musuh daripada tempat berlindung. Ibunya memandangnya sebagai pembawa sial, sementara Alena, adik kesayangannya, selalu mencari cara untuk meruntuhkan kepercayaan diri Aris. Di sekolah, hidup Aris tak jauh berbeda—fitnah dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya. Namun, harapan muncul dalam bentuk perlombaan menulis. Aris melihat kesempatan ini sebagai jalan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak dihargai. Tapi di saat yang sama, Alena—yang haus perhatian—memutuskan ikut serta. Dengan segala tipu muslihat, Alena mencuri naskah Aris, berharap memenangkan lomba dan menarik hati Raka, sahabat Aris yang setia mendampinginya. Diterpa kesedihan dan pengkhianatan, Aris hampir menyerah. Namun, dukungan dari teman setianya, Sasa, yang diam-diam menyukai Aris, serta Andre, mantan pacar Sasa yang bekerja sama dengan Alena, membuat Aris kembali berdiri. Dengan pena di tangannya dan semangat yang menyala, Aris bertekad menulis akhir cerita yang hanya dia yang mampu mengendalikannya. Namun, mampukah Aris menyingkap kebenaran di balik tipu daya Alena dan Andre serta membuktikan dirinya di tengah dunia yang terus merendahkannya?
101.6K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as naskah cerpen
Read
+Library
LORO

LORO

Warning!! 18+, gay couple yang melindungi protagonis kita, violence, bad word. Arimbi Bagas Wijaya, gadis kecil berusia 3 tahun yang harus hidup dalam kebohongan orang-orang yang ada di sekitarnya baik mereka memiliki maksud yang baik atau harus menyalahkan gadis kecil itu untuk hal yang tidak ia mengerti setelah sang mama koma. Kembali dengan ingatan yang dihapuskan agar ia bisa hidup normal, gadis kecil itu harus tumbuh bersama keluarga yang begitu pandai memerankan lakon-lakon tanpa naskah meski Arimbi hanya anak berusia 3 tahun yang bahkan tak mengerti kenapa sang mama tiduran di depan tangga dengan tubuh mendeingin. Gadis kecil yang akan dan harus merasa bersalah atas apa yang terjadi pada sang mama dan dunia harus mengetahui karena itu yang diinginkan keluarganya sendiri! Penghianatan, cinta yang buta, memaksakan kehendak, pertalian darah, keserakahan, kerinduan dan pengharapan kosong, kasih yang tulus. Bisakah Gadis kecil itu tumbuh dengan Normal? mampukah ia tersenyum sepenuh hati setelah tahu apa yang sesungguhnya terjadi? Ataukah ia akan menjadi wanita paling menakutkan yang akan membawa kehancuran pada keluarga yang merenggut sang mama darinya lalu hancur bersamanya?Udah penasaran? baca dong minimal 5 bab ye! Maturnuwon.
9.79.7K viewsCompletedAdded to Library 379 Times as naskah cerpen
Read
+Library
Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Semua orang mengetahui kemahsyuran Akademi Natydharma. Sebuah sekolah yang dibangun khusus untuk mendidik manusia berdasarkan peran tertentu, agar bisa menjalankan dunia cerita sesuai dengan naskah yang diberikan oleh Kepala Sekolahnya, Adhyaksa. Selama berabad-abad, akademi ini telah berhasil mencetak alumni-alumni genius yang sukses berperan dalam cerita legendaris. Dari Malin Kundang hingga Sangkuriang, Candra Kirana hingga Bawang Putih, semua adalah siswa/i yang mereka didik untuk menjadi sempurna. Akademi yang menentukan peran siswa/i nya berdasarkan warisan peran yang diterima leluhur mereka masing-masing ini telah menjadi simbol keagungan bagi para Protagonis, sekaligus ketakutan bagi para Antagonis, Peran Pendukung, serta Peran Figuran. Tentu saja! Bayangkan, seluruh hidupmu hanya didedikasikan untuk menjadi pion yang membawa Protagonis menuju puncak emas. Tidak adil! Demikianlah, yang dipikirkan oleh Ridhika Maya. Seorang gadis berusia 17 tahun yang mewarisi peran Antagonis dari leluhurnya, Calon Arang. Sekuat tenaga dia menolak untuk menerima undangan masuk ke Akademi tersebut. Sayangnya, dia tidak bisa menghindar. Pada akhirnya, dia harus tetap pergi dan terlibat dalam segala intrik para siswa/i untuk menjadi yang terbaik. Di sana, dia bertemu banyak orang, yang tidak hanya mengubah perspektifnya mengenai baik dan buruk, tetapi juga memperlihatkan padanya bagaimana busuknya sistem yang berjalan di belakang megahnya gedung Akademi Natydharma.
227 viewsOngoingAdded to Library 4 Times as naskah cerpen
Read
+Library
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
7.8K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as naskah cerpen
Read
+Library
Legenda Candi Borobudur

Legenda Candi Borobudur

JackSparrow
Novel Legenda Candi Borobudur mengisahkan perjalanan inspiratif Rama dan Sinta, sepasang suami istri yang bertekad untuk menyebarkan ajaran kebijaksanaan dan cinta di seluruh Nusantara. Setelah menemukan naskah kuno yang mengandung ajaran berharga, mereka memutuskan untuk meninggalkan kehidupan nyaman mereka di desa kecil dan memulai perjalanan yang penuh tantangan dan pencerahan.Perjalanan mereka membawa mereka ke berbagai tempat, dari desa terpencil hingga kota-kota besar, di mana mereka bertemu dengan beragam karakter yang memperkaya pemahaman mereka tentang kehidupan. Salah satu perhentian penting adalah Desa Harapan, di mana mereka belajar tentang ritus kuno di Bukit Pengorbanan yang memperdalam wawasan mereka tentang harmoni dengan alam dan spiritualitas.Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Dani, seorang pemuda penuh semangat yang memperkenalkan mereka kepada Pak Bima, seorang penjaga kebijaksanaan kuno. Bersama Pak Bima, mereka mengunjungi Gua Kebijaksanaan yang penuh dengan ukiran dan prasasti yang mengungkap asal-usul ajaran yang mereka bawa.Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Di kota besar yang penuh dengan ketidakadilan dan kesulitan, mereka menghadapi perlawanan dari kelompok yang merasa terancam oleh pesan kebijaksanaan dan cinta yang mereka sebarkan. Dengan keberanian dan keteguhan hati, Rama dan Sinta tetap berpegang pada misi mereka, menginspirasi banyak orang untuk hidup dalam harmoni dengan alam dan sesama.Melalui berbagai tantangan dan pertemuan yang mengharukan, Rama dan Sinta tidak hanya menyebarkan pesan kebijaksanaan dan cinta tetapi juga menemukan arti sejati dari pengorbanan dan keberanian. Perjalanan mereka adalah sebuah saga tentang ketabahan, cinta, dan komitmen terhadap kebijaksanaan kuno yang relevan dengan kehidupan modern.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as naskah cerpen
Read
+Library
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as naskah cerpen
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status