WANITA PENAKLUK SAMUDRA
Dari Mala.
Lyra berjalan menuju kolam ritual yang dalam, jantung spiritual markas mereka. Airnya tenang, memantulkan langit-langit gua yang tinggi, menciptakan cerminan bintang-bintang yang tak terlihat. Udara di sini selalu terasa berbeda, lebih pekat, sarat dengan energi primordial yang tak terucapkan. Dia meletakkan kristal Aether Mala di telapak tangannya. Cahayanya masih redup, seperti bara api yang sekarat, namun Lyra merasakan denyut kehidupan yang samar, sebuah janji yang belum terwujud.