Hajatan Tetangga
Ngertilah, Pah, Mamah ingin menang sesekali, mamah lelah selalu dihina, Mamah ingin bungkam mulut orang yang menghina kita," suaraku makin meninggi.
"Mah, istighfar, Mah." kata suami.
"Pokoknya aku gak mau pindah, terima saja yang sepuluh persen, rumah gedung dan uang satu milyar itu sudah lebih dari cukup untuk kita."
"Mah, jangan gitu, dong Mah, sabar napa."
"Lima belas tahun, Pah, lima belas tahun itu terlalu lama, Pah, kurang sabar apa lagi aku?"