Di Balik Tirai
"Dan kau, kamu hanya pion kecil dalam permainan ini."
Maria merasakan amarah mulai membakar, tetapi ia tidak akan membiarkan emosi menguasainya. Ia memandang Laras, yang kini berdiri dengan lebih siap. Mereka tahu bahwa perlawanan ini bukan sekadar bertahan hidup—ini adalah tentang menghancurkan segala sesuatu yang telah mereka bina, mengungkapkan kejahatan yang telah bersembunyi di balik nama besar.
"Tunggu," bisik Laras dengan suara pelan, matanya memeriksa saku tasnya, kemudian meraih beberapa alat kecil. “Aku punya ide. Tetapi kita harus cepat."