Obsesi Nyonya dan Nona Rumah
Bianca mengambilkan nasi dan beberapa lauk, sebenarnya dalam hati Bambang, ia bertanya-tanya tumben saja Bianca seperti ini, Bambang menatapnya dalam-dalam seolah ingin jawaban dari seorang Bianca langsung.
Bianca peka terhadap tatapan itu, “Aku ingin membalas kebaikanmu kemarin, emang gak boleh?” sentak Bianca.
Bambang menggeleng dengan senyuman tidak percaya, “Aku hanya tidak percaya seorang Nona Bianca bisa memasak seperti ini, kamu pasti beli di warteg ya?” ejek Bambang. Bianca memanyukan bibirnya tanda protes. Wajah tegasnya bukannya membuat Bianca bertambah imut, malah membuat Bambang tergoda karena terlihat seksi.