Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gelang Langit

Gelang Langit

Makhluk bertopeng. Kini terlihat jelas. Tingginya lebih dari dua meter. Tubuhnya tertutup jubah gelap yang bergerak seperti asap. Topeng kayunya sama—retak di bagian kanan, dengan ukiran simbol tua yang kini menyala merah darah. Ia berdiri di ujung lapangan, tak berbicara, tapi kehadirannya seperti bel berbunyi dalam dada semua orang. Gema batin. Ketakutan purba.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Sehingga membuat Ailen dan orang yang mendudukinya sangat merasa nyaman berada di sana. Saat Ailen berada di atas sofa itu, ia merasakan kenyamanan yang begitu luar biasa sambil meraba permukaan sofa “Empuk sekali! Sangat berbeda dengan yang pernah kurasakan selama ini. Bahkan aku bisa merasa seluruh tubuhku tidak ingin bangkit dan hanya ingin berada disini?” Sesaat setelah Ailen sedang merasakan kenyamanan itu? Tidak berselang lama, seorang pria tua datang menyapa Ailen. Yang tidak lain adalah pemilik rumah yang megah itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

Kemudian mobilnya melaju pelan-pelan menuju pinggir jalan raya dan melesat membuntuti mobil Gilang yang berlari kencang di keramaian lalu lintas. Tarlita menurut Gilang tidak lebih baik dari Caroline. Kelebihannya hanya belum memiliki anak sehingga organ intimnya belum pernah diservis. Adalah lucu kalau Dennis merasa jemu dengan istri karena organ intim mengalami sedikit perubahan. Lelaki paling konyol pun tentu tidak berpikir ke arah itu. Terlebih lagi Dennis yang menginginkan perempuan berdarah biru itu jadi istri.
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai orang tengil
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Pria Sampah Tak Terduga

Pria Sampah Tak Terduga

tik tik tik, rintik hujan mulai turun ,tak lama kemudian hujan deras mengguyur arena itu, Gentala tertegun. " Apa aku begitu di cintai oleh Dewa?" gumamnya, " sudah dua kali berturut-turut keinginan ku tercapai dengan cepat, " Gentala terkekeh, mulai saat ini ia akan rajin beribadah Rengganis menyipitkan matanya, " kamu tak keracunan bukan? " Gentala menoleh, senyuman indah tercetak indah di wajahnya" Apa kamu mengkhawatirkan ku? "
9.4196.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
Gadis Tengil Milik Tuan Muda Arogan

Gadis Tengil Milik Tuan Muda Arogan

Tanpa malu Zee menodong sepupu iparnya. "Oh, dia mah gak ada lawan," seloroh Abdi yang disambut gelak tawa di ruangan itu. Untuk beberapa waktu keheningan mengisi ruangan itu. Hanya Radit yang tampaknya sangat menikmati pelukan Kamelia. "Mas, kamu kan sudah punya Zee, Tante buat aku ya. Kasihanilah jomblo ngenes ini." Pinta Radit dengan puppy eyes yang masih tampak imut di usia lelaki yang sudah 25 tahun.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
Crazy Woman

Crazy Woman

Elang tiba-tiba mengajukan diri. “Boleh." ############################
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
Temaram Hilang Binar

Temaram Hilang Binar

Dua hati hangat itu sama-sama bersuka cita diiringi kilauan langit yang menguning dan wangi aroma jeruk yang tertiup angin sore. Selama beberapa saat, sunyi senja menyelubungi dua insan berusia belasan itu. Adu tatap keduanya disaksikan oleh rerumputan dan pohon jeruk yang buahnya kompak dengan langit sore itu. Sesekali angin menerbangkan dua-tiga helai dan menghempaskan mereka ke tanah, bersatu dengan beberapa helai lain yang telah terlebih dulu terhempas. Bak menggambarkan hati Zahir dan Binar yang juga tengah terhempas. Bedanya mereka tidak jatuh ke tanah melainkan menuju ke langit.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
EAT ME, SIR. (Indonesia)

EAT ME, SIR. (Indonesia)

Tika berdiri dianatara teman-teman abang yang sedang ngobrol dan mengganggu salah satu teman yang Tika kenal namanya Gibran, Tika lihat-lihat ini orang melamun terus kaya orang oon yang bengong gitu tuh. Kalau kata pak ustad, tinggal tunggu setan jatuh dari langit sehabis mencoba dengar rahasia langit tapi dilempar bintang duluan sama malaikat. Terus ada orang bengong akhirnya masuk dan kerasukan. Ribet. Ini nggak seharusnya dibeberin, tapi dijelasin jadinya garing kek kerupuk jengkol. "Bisa kagak, lu kalau negur nggak usah pake otot." Ujar Gibran yang satu tahun lebih muda dari Tika itu baru saja di senggol sama mas Bara yang badannya besar.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai orang tengil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status