Dirty Office
Pintu mobil dibuka paksa dari luar.
"Turun!"
Aruna melangkah keluar dengan kaki gemetar, menggendong Kenzo yang kini menangis ketakutan. Di teras vila yang luas, seorang pria berdiri membelakangi mereka, menatap hamparan laut gelap di bawah tebing. Pria itu berbalik perlahan, memegang gelas kristal berisi cairan amber.
"Selamat datang di kediaman masa depanmu, Aruna," kata pria itu dengan senyum licik yang sangat familiar.