Dimanja Paman Mantan
Aku tersentak, ketika melihat kaleng itu mengenai wajah orang yang sedang berdiri di dekat mobil mewahnya.
Dan orang itu, menatap dingin ke arahku, orang yang sangat aku kenali.
"Ammar," batinku.
"Ya ampun, Paman. Maaf," lirihku.
"Aku? Sejak kapan aku jadi Pamanmu?" tanya lelaki itu dengan tatapan tidak senang.
"Aduh, maaf. Aku, aku tidak sengaja."
"Sore- sore keluyuran, sambil memaki orang lain. Bahkan, sampai membuat cedera lagi," ujarnya.
Sikat na Kabanata