Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja di Matamu

Senja di Matamu

[Pa, aku setuju berimigrasi ke Prancis untuk menikah. Cepat, atau aku akan menyesal.] Pak Agus, ayah Tania Sane, langsung menjawab: [Putriku sayang, paling lama sebulan lagi semua prosedur selesai!] Tania diam-diam menyeka air matanya dan menyimpan ponselnya. Satu jam yang lalu, dia masih di dalam Bentley, mendesah pelan karena ciuman Chaz Limex. Ketika ponsel Chaz berdering, dia menjawab dalam bahasa Georgia, "Ngapain nelpon sekarang?" Orang di ujung sana tertawa. "Kenapa? Emangnya kau lagi sibuk dengan apa? Yang ini seberapa mirip dengan Nina Lopez?" Chaz membelai wajah Tania yang lembut dan berkata dengan acuh tak acuh, "70%. Kalau nggak ada yang penting, aku tutup ya!" Pria itu buru-buru berkata, "Jangan! Nina akan balik besok dengan pesawat! Rencananya akan merintis karir di sini. Baik kan aku infokan padamu? Cinta pertamamu sudah akan balik, penggantinya bisa nggak disinggirkan?" Chaz berkata dengan dingin, "Nggak ada yang nggak bisa diselesaikan dengan uang." Kepala Tania setengah terkulai di kursi, air mata mengalir di wajahnya. Chaz sama sekali tidak tahu bahwa dia mengerti bahasa Georgia. Ternyata cinta tulusnya selama tiga tahun sama sekali tidak berarti di mata Chaz.
22.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Baru saja keluar dari rumah sakit setelah menjalani aborsi, aku mengirim pesan kepada suamiku. [Aku sudah menggugurkan kandunganku.] Ardian Mahendra membalas, [Oke]. Aku menatap angka itu, tiba-tiba merasa agak lucu. Bertahun-tahun ini, setiap kali aku memberitahunya sebelum melakukan pekerjaan berisiko tinggi, yang kuterima adalah [Oke]. Mengingatkannya untuk mencariku jika aku tidak bisa dihubungi dalam dua puluh empat jam, yang kuterima juga [Oke]. Saat aku terjebak di bawah reruntuhan akibat tanah longsor dan hilang kontak selama tujuh puluh dua jam penuh. Dalam ketakutan yang luar biasa, aku mengirimkan tiga ratus sembilan pesan minta tolong kepada Ardian. Dia membalasnya dengan tiga ratus sembilan angka [Oke]. Saat itulah aku baru menyadari dengan perasaan terkejut, bahwa yang kuterima selama ini hanyalah balasan otomatis. Ardian tidak pernah membaca pesanku. Tentu saja dia juga tidak tahu bahwa sejak setengah bulan lalu, aku sudah memberitahunya kalau aku akan menerima tugas luar negeri. Dan aku akan menggugurkan kandungan hari ini. Semangat dan energinya selama ini hanya milik wanita yang memenuhi beranda media sosialnya. [Peringatan hari ke-1000, yang juga ulang tahun Selly.] Foto yang dilampirkan adalah tangkapan layar obrolannya dengan Selly Harfa.
219 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Pengantin Tanpa Malam Pertama

Pengantin Tanpa Malam Pertama

"Aku membasuh kakinya setiap hari, menjaga kehormatannya di depan dunia, namun ia membiarkanku mati kedinginan di peraduan kami sendiri." Dua tahun pernikahan seharusnya menjadi waktu yang paling indah bagi sepasang suami-istri. Namun bagi Almira, setiap malam adalah siksaan sunyi. Di balik kemewahan rumah dan perhatian Reza yang tampak sempurna, ada sebuah tembok besar yang tak pernah bisa ditembus. Almira masih suci, sebuah kenyataan pahit yang ia simpan rapat-rapat demi menjaga martabat suaminya yang berprofesi sebagai Chef ternama. Di saat Ibu mertuanya terus menghujaninya dengan tuntutan cucu dan ramuan-ramuan kesuburan yang menyakitkan hati, Reza justru memilih diam. Ia tak berusaha, tak pula jujur. Hasil medis menyatakan ia normal, namun di atas ranjang, ia hanyalah seorang pria asing yang tak pernah mampu menjangkau istrinya. Apa yang disembunyikan Reza? Rahasia gelap apa yang tertinggal di masa lalunya saat bekerja di kapal pesiar hingga membuatnya lumpuh secara psikologis? Ketika kesabaran Almira telah terkuras habis dan janji suci itu mulai terasa seperti jerat, ia dipertemukan dengan Ustadz Rayyan—sosok yang memberinya ruang untuk bernapas, juga bimbingan yang selama ini ia cari. Almira dihadapkan pada satu pilihan sulit: Bertahan dalam pernikahan yang membunuh jiwanya secara perlahan, atau pergi demi mengejar haknya untuk bahagia dan menjadi seorang ibu seutuhnya?
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Pedang Penebusan

Pedang Penebusan

[UPDATE SETIAP HARI, PUKUL 20.00 WIB] Di kerajaan Elyria yang memadukan teknologi canggih dan sihir kuno, Eiran Voss hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Sebagai anggota elit Aliansi Aurora, ia menggunakan "Pedang Roh", senjata mistis yang terikat darah untuk melindungi kerajaan, meski hatinya beku oleh dendam terhadap kaum bangsawan yang mengkhianati dan membunuh ayahnya. Dunianya yang kelabu hanya terusik oleh Liora Faye, rekan setimnya yang mengendalikan sihir bunga; seorang gadis yang optimis, ceria, dan bertekad meruntuhkan tembok dingin Eiran. Kedamaian semu Elyria pecah ketika "Badai Roh" yang tidak wajar menghancurkan desa-desa pinggiran. Investigasi Aliansi mengungkap kebenaran mengerikan: bencana ini bukan fenomena alam, melainkan ulah Lord Zoltar, seorang bangsawan korup yang memanipulasi kristal gelap demi ambisi terlarang. Setelah konfrontasi sengit di Hutan Larang, Zoltar melarikan diri dengan rencana yang lebih jahat: membangkitkan "Jantung Bayangan", artefak kuno di Kota Bawah Tanah Elyria yang mampu memperkuat sihir gelap. Pengejaran ini memaksa Eiran menghadapi trauma terbesarnya, karena rahasia untuk menghentikan Zoltar terkubur di antara puing-puing masa lalunya sendiri. Kini, di tengah intrik politik istana yang memojokkan mereka dan ancaman kehancuran total, hubungan antara Eiran dan Liora diuji. Eiran harus memilih antara membiarkan dendam menguasainya atau membuka hati untuk mempercayai Liora dan timnya. Bersama Kairos, Sylva, Draven, dan Vesper, mereka berpacu dengan waktu untuk mencegah Zoltar menciptakan "tatanan baru" yang akan meruntuhkan Elyria.
10519 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

Humairah Samudera
Siapa sangka, liburan yang awalnya terasa begitu menyenangkan tiba-tiba berubah menjadi sebuah bencana? Tiba-tiba Tante Ariane dan Om Frank melamarku untuk dinikahkan dengan Aldert, anak angkat mereka. Kami sedang berlibur di Brussel waktu itu terjadi, mengacaukan daya kerja otak, jantung dan pernapasanku secara total. Menjajah kebahagiaan yang selama hampir satu bulan kudapatkan di Netherlands, tentu saja. Merubah istilah holiday menjadi broken day. Apakah aku tidak berusaha untuk menolak? Sudah. Mati-matian bahkan, dengan mengerahkan seluruh kekuatan jiwa dan raga. Tapi mereka ditambah dengan Mama justru semakin gigih untuk mengalahkan pendirianku. Oh, sebenarnya aku mengalah---pada akhirnya---karena Batik tak merespon sama sekali ketika aku berterus terang dan meminta pendapatnya. "Jadi, gimana ini, B?" tanyaku setengah menjerit di saluran telepon yang tak bisa dikatakan jernih, "Aku harus gimana, apa yang harus aku lakukan?" Klik, tut tut tut, tuuuttt! Dia malah memutuskan saluran telepon yang sangat berarti dalam hidupku saat itu. Ujungnya, dalam kebingungan yang semakin memuncak ke langit, aku meminta pendapat Uta. "Jangan bodoh kamu, Hill!" Uta mengingatkan dengan ketegasan level tinggi saat aku mengakui kalau tak enak dengan Batik, "Ingat, kesempatan emas tak datang untuk yang ke dua kalinya. Menikahlah dengan Aldert dan berbahagialah, Hill!"
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Anak Untuk Suamiku

Anak Untuk Suamiku

Cristi Rottie
“Anak yang saya kandung milik dari Pak Kevin, suami Bu Selin!" ungkap seorang wanita muda berusia sekitar sembilan belas tahun sambil mengelus perutnya yang membulat besar. Awalnya Jeceline tidak mempercayai perkataan wanita muda itu hingga akhirnya pengakuan sang suami menghancurkan semua kebahagiaannya. "Maaf, aku khilaf," ucap Kevin memasang wajah penyesalan. Jeceline melotot, berupaya membendung bening dikelopak matanya, "Kau sebut ini khilaf hingga bisa menimbulkan masalah sebesar ini?!" "Aku mohon, beri aku kesempatan. Tolong bersabar dan memaklumiku lagi," balas Kevin setengah membujuk Jeceline. "Aku bisa bersabar, memaklumimu, bahkan memberikan seribu kali kesempatan bagimu ... tapi jika harus menerima hasil dari perbuatanmu dengan wanita lain, takutnya aku atau pun semua Istri di dunia ini tidak akan sanggup!" Tujuh tahun menikah dengan seorang lelaki kaya dan tampan, Jeceline Lorena masih belum juga menjadi wanita seutuhnya yang bisa memberikan keturunan bagi sang suami. Namun ketika harapan itu datang, justru membuat kehidupan Jeceline berantakan sebab seseorang hadir di tengah kebahagiaan keluarga dan membawa apa yang selama ini telah mereka tunggu. Jeceline diperhadapkan dengan kenyataan pahit dari seorang wanita berbadan dua yang mengakui janin di dalam perutnya milik Tuan Kevin Andriko—suami Jeceline. Mulai saat itu badai pertama dalam rumah tangga Jeceline datang tak henti-hentinya.
1012.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Kehamilan Berujung Perceraian

Kehamilan Berujung Perceraian

Pada ulang tahun pernikahan kami, wanita yang disukai oleh suamiku menunjukkan foto USG di status media sosialnya. Dia juga menuliskan ucapan terima kasih untuk suamiku. "Laki-laki baik yang sudah menjagaku selama sepuluh tahun memberiku seorang anak. Terima kasih." Aku sempat melotot dan berkomentar, "Sudah tahu cuma selingkuhan, tapi masih berani begini?" Aku langsung menelepon suamiku dan memarahinya. "Jangan punya pikiran aneh-aneh! Aku cuma kasih tabung reaksi buat memenuhi keinginannya menjadi ibu tunggal." "Oh ya, Erika saja sudah hamil, kamu yang sudah melakukannya hingga tiga kali masih saja belum hamil. Dasar nggak berguna." Tiga hari yang lalu dia bilang padaku kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, tidak menjawab telepon atau membalas pesanku. Aku pikir dia sibuk, tetapi tidak disangka dia malah menemani orang lain untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Setengah jam kemudian, Erika memamerkan hidangan mewah di atas meja makan. "Aku bosan sama makan makanan barat, jadi Regha memasak semua makanan kesukaanku." Aku melihat slip kehamilan yang ada di tanganku. Seketika, kegembiraan yang memenuhi hatiku langsung membeku menjadi es. Aku jatuh cinta kepadanya selama delapan tahun, berkomitmen dengannya selama enam tahun dalam ikatan pernikahan. Kali ini, aku akan melepaskan semuanya.
15.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru

Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru

Saat usia kehamilan Rania Kavi menginjak empat bulan, suaminya, Aris Wijaya, tiba-tiba membawa sekretaris mudanya pulang ke rumah. "Rania, keluarganya Ghea lagi ada masalah. Aku nggak tenang kalau dia sendirian di rumah, jadi biar dia menginap di sini dulu beberapa hari. Kamu 'kan lagi hamil empat bulan, dia juga sudah tujuh bulan. Kalian bisa saling nemenin." Gadis itu tampak baru berusia awal dua puluhan, wajahnya sangat cantik dengan sepasang mata jernih yang menatap Rania dengan perasaan sungkan. Rania setuju. Selama dua bulan berikutnya, Rania memperlakukannya dengan sangat baik hingga gadis itu merasa sangat terharu. "Kak Rania, kamu baik sekali. Krim wajah sebagus ini pun kamu berikan padaku." "Tentu saja, kita 'kan sudah seperti saudara. Kalau punya barang bagus, ya harus dibagi, 'kan?" Akan tetapi, Rania tidak pernah menyangka bahwa maksud berbagi bagi Ghea Pandya ternyata mencakup suaminya sendiri, Aris. Rania menyaksikan adegan memuakkan itu di area parkir rumahnya sendiri. Kaca mobil itu setengah terbuka. Seorang wanita tampak duduk di pangkuan Aris dengan gerakan yang begitu liar. Melihat ekspresi penuh gairah di wajah suaminya, Rania mematung di tempat. Dia nyaris tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat. Aris selingkuh?
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Nomor 13

Misteri Rumah Nomor 13

Maylafaisha
"Dasar wanita jalang! Kamu tidak pantas untuk hidup, kamu harus mati! Mati! Mati!" Terdengar sumpah serapah dari dalam sebuah rumah mewah yang berada di dekat sebuah perkebunan karet. "Tidak! Tidak! Jangan, saya tidak bersalah. Jangan bunuh saya, tolong jangan bunuh saya," pinta seorang wanita muda sambil mengesot menjauh. "Jangan lari kau, Jalang! Perempuan sundal sepertimu itu lebih baik menjadi penghuni neraka," caci seorang lelaki pada seseorang. Sebastiaan menatap puas tembok di depannya yang kini sudah berubah warna dengan semburat warna merah. Lelaki itu tertawa sambil memiringkan bibirnya seraya bergumam sendiri. "Sudah kubilang, jangan pernah berani bermain api denganku jika kau ingin selamat. Tapi, sayangnya kau tak percaya dengan semua ucapanku. Kau sudah kubereskan, tinggal laki-laki yang sudah berani menyentuhmu itu saja lagi yang harus kuselesaikan." Semenjak kejadian itu, suasana perkebunan itu menjadi suram dan mencekam, terlebih ketika rumah itu dijadikan tempat tinggal seorang resesi Perang Dunia II beserta istrinya dan pada akhirnya ditemukan sudah membusuk di dalam rumah itu, tidak ada satupun yang berani berbuat macam-macam meskipun hanya sekedar bercanda. Hingga berpuluh tahun kemudian, ketika ada serombongan kecil mahasiswa yang datang karena ingin mendaki gunung dan malah tersesat di rumah milik Sebastiaan Van de Kroft tersebut dan tidak bisa keluar lagi Suasana mencekam begitu terasa di rumah itu, terlebih saat satu per satu dari mereka harus menerima berbagai teror yang membahayakan nyawa.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pagar setengah tembok
Baca
+Pustaka
Perawan Untuk Om Duda

Perawan Untuk Om Duda

“Cih, duda trouble! Udah lepas, berani-beraninya minta yang masih segel! Baru selesai mencampakkan kekasih yang berkhianat, Selmara Vallence malah berakhir di tangan duda. Adalah Panji Antaraxa, pria yang tiba-tiba menolak mempelai wanita, tepat setelah gaun pernikahan dijajal bersama. Akibat dari kekonyolan Panji tersebut, Selma dipaksa menggantikan sang sepupu yang seharusnya menjadi mempelai wanita. Bersuami sepuluh tahun lebih tua sama sekali bukan mimpi Selma. Namun, gadis itu dipaksa memimpikannya demi kelangsungan bisnis antara keluarga Vallence dan Taraxa. Setelah apa yang dialami di masa lalu, Panji tidak peduli lagi dengan cinta. Yang ia perlukan hanyalah mengikat keluarga Vallence seperti yang diperintahkan oleh ayahnya. Entah itu Selma atau sepupunya, Panji sama sekali tidak peduli kecuali tentang segel kehormatan. Namun, ternyata Selma berbeda. Kepala Panji yang semula pusing karena tingkah kekanak-kanakan sang istri, kian hari makin berdenyut oleh romansa yang tidak semestinya. Demi menyelamatkan rumah tangga sekaligus perusahaan, berhasilkah Panji menghadirkan malam pertama di malam yang ke sekian kalinya bersama Selma? Dari situ pula, akankah Selma percaya bahwa suami dudanya itu masih perjaka? "Om, balikin mahkota aku!" Masih setengah sadar, Panji terkekeh. "Kenapa menghamili istri sendiri bisa serumit ini?" Cover by Canva free, edited by Daisyster.
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai pagar setengah tembok
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Daisyster
Apa kabar readers ter-luvv? Ada pengumuman official, nih. Mulai bulan September ini, Author akan usahakan rutin up setiap jam 12.00 WIB, 'ya. Maafkan kengaretan saya sebelumnya. Terima kasih juga sudah membaca karya ini. Big hug from August, hope this September could be better ...
NaJa
Perawan spt Selma digabung sma duda modelan Panji? Wah, apa kta dunia? Itu kok bisa salah bawa calon mempelai? Panji sih ngeyel. Cba aja dia mau tengok itu foto calonnya kaya apa, pasti telinganya selamat dari rujukan dokter THT. Hahaha, Selma, Selma.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
2627282930
...
34
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status