Perawan Untuk Om Duda
Tangannya nekat mengatur anak rambut yang terlepas lalu menyematkan pucuk daun di telinga Selma.
“Kalau mau datang ya tinggal nongol aja, sih, ngapain pakai acara surat-suratan segala. Nggak punya kuota?” omel Selma, membuang daun yang menurutnya aneh bila disematkan di telinga.
Panji sedikit membungkuk, menangkup pipi Selma, lalu berkata, “Gemesin banget, sih, ini marah ceritanya?”