Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janda Kembang

Janda Kembang

"Tadi Mas Bayu goreng telur ceplok, jadi kita sarapan telur ceplok sama kecap." "Huuuu, katanya tadi gak sarapan, la itu kamu makan telur ceplok sama kecap, hayo!" ucap Saras sambil memukul pelan jidatnya Sundari. "Hehehe, iya tapi dikit!" "Dasar kau ini. Nih, nasi bungkusnya." Saras menyodorkan nasi bungkus ke arah Sundari, lalu dengan cepat Sundari menyambarnya.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Intan, Erwin dan Elsa sangat menunggu-nunggu isi dari buku yang sudah lusuh itu. Sampulnya berwarna hitam dan kertasnya berwarna kuning. Perlahan-lahan Edwin membuka bukunya, ia mendapati foto kenangan zaman dahulu yang ditempel di atas kertas. Ada sebuah foto pernikahan adat Sunda, tampilannya sudah lecet dan kotor. "Ini Papa waktu muda, dia nikah sama siapa ya? Ini foto pernikahan Papa sama wanita lain," ucap Edwin.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

gumamnya, sebuah pengakuan yang terdengar absurd dari mulut seorang koki level 6 dengan skill ‘Wok Neraka’. Luna tersenyum tipis, senyum tulus pertamanya hari itu. “Masak aja apa yang lo bisa, Dit. Masak sesuatu yang bisa bikin anak kecil senyum. Lo masih inget caranya, kan?” *** Panti Asuhan Kasih Bunda adalah sebuah bangunan tua yang dicat dengan warna-warna ceria yang mulai memudar. Tawa anak-anak terdengar dari halamannya yang berdebu, sebuah simfoni kehidupan yang kontras dengan keheningan mencekam yang akhir-akhir ini menyelimuti hidup Radit.
899 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Janda

Terpaksa Menikahi Janda

“Wah, enggak nyangka Nduk, orang kamu lahir di Sumatera masih fasih berbahasa Jawa. “ “Iya, Mbok, di Sumatera sebagian besar orangnya malah bersuku Jawa, bahkan orang pribumi sudah banyak yang menikahi kaum pendatang. Bahkan di desaku semua penduduknya orang Jawa semua, mbok. “ “Oh, begitu ya. “ “Ma, Bian mau kasih makan anak burungnya. “ Ucapan Bian sukses menghentikan perbincangan diantara kami berdua. “Anak burung opo to Le? “ tanya si mbok Surti penasaran. “Itu mbok tadi Aku lihat sarang burung di atas pohon mangga depan rumah. Terus Aku panjat dan mengambilnya. “ Ucapanku terdengar biasa tetapi reaksi yang mbok Surti perlihatkan sangat luar biasa. “Ya Ampun Nduk, kamu manjat pohon? “
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
My Wife Is My Maid

My Wife Is My Maid

tanya Michelle. Tersaji makanan khas Sunda yang menggugah selera. Yaitu nasi liwet beserta lauk pauknya. "Sayang ini bisa membuatku gemuk," ucap Michelle yang mengerucutkan bibirnya. Baru saja makan sesuap dua suap, terdengar suara telpon dan itu berpusat pada ponsel milik Michelle. "Sorry, ada yang harus aku angkat dulu," ucap Michelle.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Lontar itu penuh tulisan aksara Sunda Buhun yang nyaris pudar. “Ini tulisan naskah Sanghyang Wuku,” katanya. “Di dalamnya ada ramalan mengenai Wisangjati dan Sang Hyang Kala.” Ki Sundajati kemudian membacanya pelan. “Lamun rasa jeung waktu patepung dina hiji jantung, jagad bakal balik ngagurat dirina. Nu jadi pangjaga bakal nampa dua rupa — cahaya jeung leungitna.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Pantaskah Surga Untuknya?

Pantaskah Surga Untuknya?

Tangannya masih lemah, tapi kalimat itu mengalir pelan, tinta tergores dalam kertas menyulam beberapa kata. "Aku tak pantas mendapatkan surga. Akan tetapi, aku akan menutup setiap luka ini... agar kelak aku bisa berdiri di gerbang surga, bukan sebagai lelaki yang disambut, tapi lelaki yang akhirnya layak mengetuk."
10686 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tamparan pelan tapi tenaga besar, tak heran membuat Kadal Ginting terjungkal ke samping sambil mengerang keaakitan. "Lain kali kalau bikin pantun harus ada artinya!" hardik Resi Pakar Pantun. "Misalnya begini: 'Celana kolor dibungkus pisang daun, robek daunnya tinggal pisangnya. Biar kecewaku sampai ke ubun-ubun, tapi masih ada pikiran untuk tugas lainnya'. Begitu, Tolol!" "O, jadi begitulah contoh pantun tolol, Eyang Resi?"
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Tanya Astari, saat suaminya pulang larut dari rumah Dena, lalu mereka bercakap serius di tempat tidur. Prana bercerita semuanya tentang peristiwa maghrib-maghrib di depan rumah Dena, termasuk mengungkap kasus perkosaan bergilir bagi para para bocah perempuan kecil, usai mereka bermain Hoom Pim Pah. "Itu bahasa Sansekerta, artinya Dari Tuhan Kembali ke Tuhan...." "Bagus maknanya, lalu Gambreng itu apa?"
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai pantun sunda kasar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status