Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Under The Skies of Yokohama

Under The Skies of Yokohama

Kata Hideyoshi sambil membiarkan Izumi mengoperasikan mesin itu seorang diri. “Terima Kasih. Aku khawatir hal ini akan membuatku kesulitan, tapi ternyata cukup mudah.” Izumi berkata sambil terus berkonsentrasi. “Kau antar ini ke wanita dengan blazer cream di sudut sana ya.” Perintah Hideyoshi, Izumi segera mengangguk patuh. Sebenarnya café ini tidak begitu kecil tapi karena berada di lingkungan kampus, maka café ini akan lebih ramai saat weekday. Jadi tidak heran jika saat weekend begini Hideyoshi hanya mempekerjakan tiga anak magang dalam sehari.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
Hanya Diberi Nafkah IDR 15K

Hanya Diberi Nafkah IDR 15K

ucapku. Elleanna hanya mengangguk saja. Dia juga meminta artnya untuk menjamuku dengan memberikan secangkir kopi dan beberapa potong cheese cake yang tadi kubawa. "Silakan diminum dan dimakan kuenya, pak." Aku mengangguk. Suasana terasa begitu canggung karna kami berdua sama-sama tak saling berbicara. Aku menikmati kopi buatan Mbok Na, art Elleanna dan cheese cake yang tadi kubeli, sedangkan wanita itu sibuk bermain ponsel.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
Tergoda Cinta Teman Satu Kantor

Tergoda Cinta Teman Satu Kantor

"Tinggal tambahin 3 jadi 10 loh, La. Kenapa? Lo enggak berhasil gaet cowok bule Italy makanya lo nyerah dan mau pilih produk lokal?" Lagi-lagi Lula tertawa. "Enggaklah. Gue di sana kan belajar. Dan gue balik ke sini karena mau mengaplikasikan apa yang udah gue pelajari." "So rencana lo apa?" Lula belum menjawab pertanyaanku ketika seorang pegawai restoran menyajikan dua mangkuk es teler yang tampak menggiurkan ke depan kami. "Gue mau buka bakery and cafe. Sekarang masih nyari-nyari tempatnya sih," sahutnya begitu pegawai restoran pergi.
9.57.4K viewsOn holdAdded to Library 213 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
Menggapai Cinta Sang CEO

Menggapai Cinta Sang CEO

Terang Maura sambil menyuap salad ke mulutnya. “Kau bekerja di café? Café Mev Inge?” Kejar Ingrid. Maura menggeleng. “Ketika mencetak foto, aku mendapati selebar di bangku tunggu. Ternyata ada sebuah café di dekat studio foto itu yang mencari tenaga lepas setiap akhir pekan dan hari libur untuk membantu pekerjaan apa pun di café. Bayarannya sepuluh euro per jam.” “Jadi kamu bekerja di café itu?” Bibi Tilda bertanya dengan pandnagan prihatin. Maura mengangguk semangat.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 709 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
Salah Melamar

Salah Melamar

Terlihat ibu menahan pelupuk matanya yang berkaca. “Iya, Bu.” Waktu terus berlalu, dimana Mbak Anita terus saja membicarakan tentang Mas Adam di depanku. Ia memberitahukan makanan favoritnya, capjay ayam dengan irisan daun bawang yang banyak. Ia tak suka kopi hitam dan lebih menikmati kopi coklat instan yang tinggal seduh. Ia suka berpakaian dengan kemeja atau koko ketimbang kaos.
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Ada beberapa pengunjung cafe yang lalu mengarahkan pandangannya kepada kami. Karena sudah jadi pusat perhatian lalu aku manfaatkan sebaik mungkin. "Semuanya coba lihat gadis ini. Cantik, putih, muda. Tapi sayang dia hanya ingin menjadi PELAKOR. Dia meminta kepada suamiku untuk menjadikan istri kedua atau simpanan. Tapi sayang suamiku menolaknya. Jadi bagi kalian yang ingin punya istri kedua atau yang sedang mencari simpanan ini silahkan mumpung ada yang menawarkan diri."ucapku sambil melirik kearah Dewi dengan senyum mengejek.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
Jangan Nikahi Aku, Om!

Jangan Nikahi Aku, Om!

Cafe Ayodia, mengusung tema rustic, cafe ini menjadi favorit bagi kebanyakan remaja dan pemburu foto sosmed. Kupilih duduk di dalam gazebo yang berada di ujung ruangan. Setelah meletakkan tas, kurogoh ponsel di dalamnya. Ada banyak pesan dan panggilan dari Om Dirga, isi pesannya bertanya aku di mana. Kenapa hanya bertanya? Kenapa tidak menyusulku tadi? “Oh iya, kenapa Satya bisa ada di kantor Om Dirga? Ada hubungan apa? Setahuku Satya bukan karyawan, karena dia pernah bercerita keluarganya pemilik perusahaan.”
5.0K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

Kafe yang dibuka mulai pukul tiga sore sampai sepuluh malam itu menjadi tempat tongkrongan baru yang cukup ramai dan diminati, terutama anak-anak muda. Rindi, Laras, dan Agung yang direkrut Ranti sebagai pegawainya di kafe itu merupakan lulusan SMK pariwisata di kota ini. Ketiganya berteman saat sekolah sehingga kerjasama tim tak perlu lagi diragukan dari mereka. Kinerja terbaik mampu mereka tunjukkan di bulan pertama mereka. Ranti merasa puas atas pencapaian omzet di kafe yang memang berlokasi di tepi jalan raya itu.
952.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
DERITA IBUKU SAAT AKU MENJADI TKW

DERITA IBUKU SAAT AKU MENJADI TKW

Sementara wanita muda itu, tatapannya terpaku pada satu orang yang tengah berdiri khawatir di depan IGD di sudut lain. "Mas Topik." _________ Semakin hari, usaha Sarah semakin maju. Hal itu membuat Sarah dan Adel sepakat untuk merekrut karyawan. Zakki pun mengirimkan dua barista untuk ke cafe itu. "Makasih ya, Zak. Kamu bener-bener support usaha aku," ucap Sarah saat seluruh karyawan pulang, termasuk Adel. "Sama-sama, Sar. Kamu hebat, bahkan sekarang pakai waiting list untuk makan di sini."
104.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
SEAN

SEAN

*** Di sebuah cafe yang sangat populer di Manhattan, yang bernama Fidelidade no Amor, yang menjual pasta yang sangat lezat dengan cita rasa yang unik, yang mana sangat memanjakan lidah sang penikmatnya, yang tak lain adalah cafe dan resto milik Naraya. Seorang gadis cantik berambut panjang, dengan iris mata hijau, yang bernama Greysie Natalie, seorang Chef part time di cafe Fidelidade no amor. Karena Grey masih kuliah, Grey Cuma bekerja part time di cafe milik Naraya. Naraya sangat mengenal Greysie, karena Greysie bekerja di cafe milik Naraya mulai dia masih bersekolah di tingkat atas. Karena untuk membiayai hidupnya yang seorang diri, Greysie bekerja paruh waktu setelah sekolah. “Grey, past
9.315.3K viewsOngoingAdded to Library 382 Times as part time cafe salatiga
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status