Lelaki Pilihan Surga
Kembali berada di tempat, di mana banyak cerita telah terukir.
Citra terus menenangkan dirinya, dari perasaan yang tidak dipahaminya.
“Itu dia, sudah datang,” ucap Melisa, menatap ke arah pintu masuk.
Astagfirullah. Citra merasa jantungnya berdetak semakin kencang. Dadanya sesak. Perasaannya semakin tidak nyaman.
Fajar tak kalah kaget. Wajahnya, menjadi pucat.
“Macet ya?” tanya Melisa, membangunkan Fajar dari lamunan singkatnya. “Iya, lumayan,” jawab Fajar, salah tingkah.
Bab Populer