Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia

Dalam sekejap, seluruh aula dipenuhi dengan suara pedang yang beradu. Zeppelin dan Dean sama-sama memiliki ayunan yang luar biasa cepat. Mereka melakukan setiap ayunannya dengan sempurna. Pertarungan mereka tampak seperti dalam sebuah adegan dari film seni bela diri. Bilah ganda Dean mengayun dengan mulus—seolah-olah mereka menari dengan indah di tangannya. Manusia menyatu dalam pedangnya… Di sisi lain, Zeppelin yang telah menyandang gelar Blade Maniac selama bertahun-tahun dan telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengayunkan Pedang Naganya, masih tidak sekuat Dean.
8.81.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48.6K kali sebagai pelea de espadas
Tampilkan Ulasan (275)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Ketiganya terlibat dalam pertarungan sengit yang menegangkan, bergerak berpindah tempat dari satu sudut halaman ke sudut lainnya dalam hitungan detik. Bunyi dentingan logam antara Pedang Inti Es melawan belati kembar Tetua Wei dan pedang hitam Tetua Ryu terdengar beruntun laksana suara ketukan genderang perang yang bertalu-talu. Setiap tebasan yang meleset dari tubuh mereka langsung menghancurkan pilar-pilar beton halaman atau membelah aspal jalan menjadi parit-parit kecil yang dalam.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Pedang Penebusan

Pedang Penebusan

“Formasi! Eiran, Liora, tangani Aria! Draven, Sylva, amankan gulungan! Vesper, lindungi pintu!” Pertarungan meledak dalam gudang sempit, rak-rak kayu terbakar dan kristal pecah. Eiran dan Liora menghadapi Aria, Zephyrion berubah jadi pedang perak yang menyambar, sementara pedang angin Liora menghantam dengan badai kelopak. Chemistry mereka terlihat: gerakan selaras, tatapan singkat... tapi Eiran goyah, Zephyrion berdengung liar, menarik energinya. Dadanya terasa seperti diremas, darah naik ke tenggorokannya.
10562 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Ia menghunus pedang pendeknya, sementara tangan kirinya merapal sihir pemutus bayangan. "Leo! Arion! Bentuk formasi segitiga! Jangan biarkan satu pun dari mereka lewat!" Leo menggeram, ia membuang kumis palsunya dan mencabut pedang besarnya. "Akhirnya, aku bisa berhenti jadi tukang teriak pasar! Rasakan ini, mahluk-mahluk jelek!" Pertempuran pecah dengan sangat brutal di ruang yang hanya selebar tiga meter itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Wanita Bermata Hijau

Wanita Bermata Hijau

Leo menatap tajam serigala itu, mengumpulkan tenaga terakhir berlari menusukkan pedang tepat di jantungnya. Dia terus menekan hingga menembus ke punggungnya. Darah keluar sangat deras, menodai badan Leo. Serigala meronta-ronta, mulai mundur ingin mencabut pedang yang menancap di dada kiri. Serigala yang satunya berlari menuju Aroon. Ini adalah duel antara manusia biasa dan hewan buas. Tangan kanan Leo ke depan, terdengar retakan rusuknya lagi. Membuat napas menjadi berat, mencoba berkonsentrasi mengucapkan mantra pamungkas Heiliges Schwert. Pedang itu bercahaya membuat serigala itu terbakar hebat. Telapak tangan Leo mengepal dengan keras. Bersamaan dengan ledakanan yang menghancurkan serigal
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Darah

Pendekar Pedang Darah

ucap Xiao Ling'er. Chen Xuan berkata, "Pedang Pembelah Gunung." Seketika arena pertarungan berguncang, permukaan lantai terpecah belah, retakan di seluruh permukaan lantai. Aura spiritual yang begitu kuat keluar dari tubuh Chen Xuan, dengan elemen petir yang begitu mematikan. Di langit, Xiao Ling'er melayang di udara. Awan hitam berkumpul membuat sebuah pusaran, gemuruh guntur begitu menakutkan, membuat suasana siang hari seperti malam hari yang pekat.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Time love chronicles

Time love chronicles

Pemuda itu sedang berlatih bela diri pedang dengan anak buahnya. "Aku ingin bicara denganmu," ujar Lanzhou. Bukannya menjawab, Leewan justru mengarahkan pedang ke arah Lanzhou. Yang lain segera menyingkir. Kedua pemuda bertubuh perkasa kemudian beradu pedang. Perkelahian tidak berlangsung lama setelah Leewan mengalah dan Lanzhou memukul jatuh pedang tersebut. "Ada apa denganmu?" tanya sang pangeran lagi saat keduanya berdiri dan melihat pasukan yang kembali berlatih dengan pedang di tangan masing-masing.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Kini, debu dan panas logam yang beradu terasa nyata di sekelilingnya. ​"Kesatria pertama dari wilayah Barat melawan perwakilan dari wilayah Timur!" seru sang pembawa acara. ​Dua kesatria tersebut saling memacu kuda dengan kecepatan tinggi. Saat pedang mereka beradu memecah udara dengan denting keras, Madeleine tak memekik ketakutan seperti para lady di sekitarnya. Sebaliknya, ia justru memicingkan mata, bibirnya sedikit terbuka karena antusiasme.
9.446.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pelea de espadas
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
unknown
author.. tolong dong bangun lagi karakter tegas madeleine kaya di awal.. masa madeleine jadi lunak bgt semenjak bucin sama lucas. masa dia calon ratu diem aja di bully bangsawan rendah di depan mata .. kalo bukan madeleine, paling gak lucas lah tegas sama yg hina istrinya.. huu poor madeleine.
ani
author, saat ini novelmu yg bikin sy semangat beli koin,, asli,, sumpah,, jangan mandeg di tengah jalan ya,, kasih keterangan donk sekedar memberi kabar di komentar kayak beberapa waktu lalu.. biar tdk menggantungkan harapan readermu ini... kl soal reader srg kritik2 alur pasti author sdh kebal kan?
Baca Semua Ulasan
Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Gong besar dipukul tiga kali. Tetua Senopati mengangkat tangan. “Pertandingan pertama! Akademi Pedang Langit dari Solaria melawan perwakilan Kekaisaran Valoria!” Sorakan penonton menggema memenuhi langit. Elena melangkah maju bersama kelompoknya. Kanaya berdiri di sisi kanan dengan dagu terangkat. Lily di sisi kiri, sementara Arsen dan Damar mengambil posisi belakang sebagai penjaga formasi.
9.8110.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai pelea de espadas
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Ummu
Ceritanya benar-benar keren. Author menyelesaikannya dengan baik dan membuat pembaca puas. Makasih Thor. Ditunggu karya selanjutnya. Sebenarnya gak rela Elena tamat. Pengen kalau Elena sudah punya keturunan heheheh
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Pemuda bermotif pedang itu juga pergi dengan ekspresi muram, dan para ahli bela diri lainnya pun mengikuti jejaknya. Namun, mereka terus membicarakan pertempuran yang baru saja terjadi. Pertempuran ini sangat spektakuler, dengan seorang pendekar Alam Laut Roh tingkat dua bertarung melawan pendekar Alam Laut Roh tingkat lima. Artefak magis, niat pedang, dan berbagai metode serangan datang berturut-turut, memperluas cakrawala mereka.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai pelea de espadas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status