Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CERAI

CERAI

tadi di telfon bilang sampai nya malem. Hehehe biar kejutan bu, tutur Zaira sambil tertawa menampilkan deretan gigi putih nya. Ya sudah kita masuk nduk, kangen kangenan nya di dalrm saja." tutur bu sari " Ya, Zaira adalah putri semata wayang dari pasangan Ibnu dan Ratna sari atau biasa dipanggil Sari. 5 tahun yang lalu ia sudah di tinggal oleh suami nya akibat kecelakaan tabrak lari. Sehingga sampai kini ia sendiri yang merawat dan membesarkan putri nya Zaira. semenjak itu ia menjadi tulang punggung untuk keluarga nya agar putri nya bisa merasakan dunia pendidikan, namun ia merasa bersalah terhadap putri semata wayang nya itu sebelum lulus MA di pesantren, Anak mya sudah berhenti sekolah kar
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Dari kejauhan, ia melihat sosok itu. Angga berdiri di samping tiang bendera, mengenakan jaket *hoodie* yang sudah agak belel—jaket lama yang dulu sering Santi cuci. Wajahnya kusam, brewok tipis tumbuh tak terawat. Ia sedang merokok, membuang asapnya gelisah ke udara. Saat melihat Santi keluar dari lobi, Angga langsung membuang rokoknya dan menginjaknya. Matanya membelalak.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Tangannya begitu mahir menarik ulur belay device. Ia sedang menunggui temannya yang berada di atas dan hendak menuju puncak. Kepala Lili menengadah memperhatikan temannya itu sambil menarik ulur tali. Leher rampingnya basah, hasil dari tetesan keringat dari kepalanya. “Tangan kanan! Kanan! Salah itu! Balik lagi coba. Pegang yang di bawahnya lagi!” teriak Lili mengarahkan temannya yang berada di 13 meter di atasnya.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Jerat Tuan Pebinor

Jerat Tuan Pebinor

Ada beberapa tabung inkubator yang terdapat di dalam sana menyambut pemandanganku. Melangkah gemetar, aku ikuti Arsen menuju sebuah tabung berlampu warna biru itu. Dan napasku tersendat membaca nama di bagian depan kacanya. Bayi Ibu Nara. Di dalamnya terbaring seorang bayi kecil, tidak, mungkin aku harus menyebutnya sangat kecil, dan berbagai selang dari peralatan medis menempel di hampir seluruh tubuhnya. Dada, kaki, hidung ... ya Tuhan ... aku tak kuasa untuk menjelaskan segalanya. Getaran hebat langsung kurasakan di dalam dadaku yang mengalir hingga ke luar. Sekujur tubuh terasa lemas, tak mampu kubayangkan betapa sakitnya bayiku merasakan ketika selang-selang itu dipasangkan padanya.
9.9574.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.8K kali sebagai penari tiang
Tampilkan Ulasan (127)
Baca
+Pustaka
jopine
awalnya aku tak minat baca ini sebab kebodohan nara mencintai suami selingkuh tapi semakin di baca semakin seru. menegangkan setiap bab. nara dapat suami baik lagi sayang setelah membuang sampah. author mengajarkan aku akan banyak hal baca ini oke ditunggu beb berikut. lanjutkan thor
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Levitasi

Levitasi

Peti itu terbuat dari kayu mahoni dengan corak alami yang terbentuk dari cambium pohon semasa hidup. Profesor Alnilam membuka dan mengeluarkan isinya. Tangannya meraih sebuah baju berwarna hitam kombinasi kuning dan merah dilengkapi mahkota untuk menutupi kepala terlihat masih rapi dan jarang dipakai. Para pria penari akan mengenakan tameng atau banyak orang menyebutnya baluse, pedang dan toho sebuah tongkat mirip dengan tombak, sebagai lambang pertahanan dari musuh.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian

Kaisar Naga Beladiri S3 : Perjalanan Dewa Tian

RRRROOOOORRRR Naga berwarna emas muncul dari kepalan tangan Tian Sen dan tebasan pedang yang penuh niat membunuh juga lepas dari pedang milik peringkat empat tersebut. Dua teknik kuat langsung berbenturan satu sama lain, tapi dari segi kekuatan naga petir benar-benar di luar batas yang dapat di tahan oleh tebasan mik peringkat empat tersebut. Karena, pada saat itu retakan muncul di tebasan pedang dan setelah beberapa saat itu hancur. Membuat naga petir lolos lalu langsung menyerbu ke arah pemuda yang saat ini muntah darah karena serangannya di hancurkan. Saat itu, naga petir yang sudah melaju cepat ke arah pria peringkat empat langsung membuka mulut dan menelan pemuda tersebut.
9.6273.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai penari tiang
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Sang Penata Rias

Sang Penata Rias

Rini yang tak nyaman akan dinginnya besi pistol yang menempel di pelipisnya — pun langsung mengangkat kedua tangannya ke udara. "Gak usah banyak tingkah, sialan! Gue bisa bikin nasib Lo sama kayak Rudi," ancanmku lagi. "Lo harusnya bersyukur karena seorang mayat yang biasanya cuma berakhir jadi abu, bisa menghasilkan 2 milyar buat Lo!" "Oke deal! 3 miliyar." Suara Rini bergetar. "Aish…janda ini benar-benar." Aku menembakkan sebuah peluru ke arah vas bunga.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata Bang Parlin. "Siap, bos," katanya. Entah pemuda itu terlalu bodoh atau terlalu percaya, dia betulan baca alfatihah dengan suara keras, baru meninju tiang yang terbuat dari tembok tersebut. "Aduh!" Pria itu mengaduh. "Coba saja terus, jika berhasil beton ini retak, Kamu berhasil, ambil napas dalam-dalam, coba lagi, kami ke atas dulu ya," kata Bang Parlin.
1079.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Wina Gadis Penari

Wina Gadis Penari

"Terus bagaimana dengan Tegar? Dia sudah nggak mau sama siapa-siapa lagi sekarang. Bahkan sama kamu saja dia suka marah. Kalau kamu di rumah sendirian sama mereka, malah kuwalahan ngurus dia. Belum kalau Rio dan Rena bertengkar atau rewel. Sudahlah, kita di rumah saja. Kalau tujuh harinya Pakdemu, baru kita ke sana sama-sama." Wina pun mengangguk pelan, ikut duduk sambil menuang teh hangat yang sudah tersedia. Menyesapnya perlahan, menghirup aroma melatinya. Harum melati ... mengingatnya pada seseorang di masa sekolahnya. Evi Maharani, guru tarinya, yang sangat suka dengan bunga warna putih ini. "Bu, apa aku boleh ikut menari lagi?" tanya Wina dengan hati-hati.
102.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Perlahan… Ia melihat tanah di bawah ayunan. Ada bekas kaki. Bekas dua pasang kaki kecil, menghadap ke arah ayunan. Dan di belakang semak-semak, ia melihat sesuatu yang membuat darahnya beku: > Tiang kecil dari kayu. Dengan nama yang tergurat samar: "Tiara." --- Ranti langsung lari masuk rumah. Nafasnya terengah. Dan saat menutup pintu dapur, ia melihat anaknya berdiri di ujung lorong.
10724 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai penari tiang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status