Taubat Sang Pendosa
Saat hendak berpamitan dengan pemilik bengkel, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundakku.
"Om. Bisa bantu tambal motor aku? Bocor."
Aku menoleh dan terdiam untuk beberapa detik saat melihat seorang gadis manis dengan hijab panjang menunjuk ke arah motornya. Usianya masih muda, kutaksir mungkin sekitar dua puluh tahunan.
"Tapi saya mau pulang. Mungkin sama yang lain," tolakku halus.
"Tapi kayaknya semua sibuk. Tolong saya, Om. Udah telat, nih," pintanya memelas.