KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Sapu yang ini, berapa?“ tanyaku sambil memegangi sapu yang cukup tebal dan berat.
“Dua puluh lima ribu, Neng. Neng mau beli?“ tanyanya lagi. Aku mengangguk dan berpikir sejenak.
“Beli sepuluh ya, Kek.“ Aku menjawab mantap.
“Se-sepuluh?“
Aku mengangguk lagi.
“Untuk apa beli sapu banyak-banyak, Neng? Kalau Neng beli karena kasihan, lebih baik jangan beli, Neng.“
Aku tertegun mendengar ucapannya dan merutuki dalam hati, yang memang ingin membeli karena kasihan. Di saat masih terdiam memikirkan alasan yang tepat, tiba-tiba terdengar seseorang menyahut dan membuat mataku sontak membulat sempurna.
인기 회차