Pelukan Hangat Tuan Presiden
Erika memegangi perutnya, wajahnya nampak pucat dengan dahi yang berpeluh.
"Sera... tolong," Erika meringis, suaranya tertahan. "Bisa bantu aku berjaga di UGD sebentar? Hari pertama haid, perutku melilit sekali sampai rasanya mau pingsan."
Sera segera bangkit, wajahnya dipenuhi rasa cemas. Ia memegang lengan Erika yang terasa dingin. "Ya ampun, Erika! Wajahmu pucat sekali. Kamu tidak apa-apa? Perlu aku ambilkan obat antinyeri?"