Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PLAYER

PLAYER

Namun Ervin tidak sabar lagi untuk sampai di inti pembicaraan. Arla mengetuk layar ponselnya, kemudian jemarinya mencari aplikasi pencatat period bulanannya. Dengan menggigit bibir ia menunjukkannya kepada Ervin. "Aku telat dua minggu, sebelumnya nggak pernah telat selama ini, tapi nggak menutup kemungkinan sih, apalagi kalau badanku ngerasa kecapekan sepulang kita dari Noyers. Aku belum ngetes, jadi—" "Aku turun ke apotek bawah sebentar buat beli testpack." Ervin bangkit dan langsung berjalan tergesa menuju pintu apartemen.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Aduh, kayaknya sakit gigi-ku kambuh lagi. “Kamu kenapa?” “Sakit gigi, Mas. Huhuhu…” aku memegangi pipiku sebelah kiri. Mas Wira membuka ranselnya. Lalu, mencari sesuatu. Ia menyodorkan obat. “Nih, minum.” “Obat apaan nih?” “Obat sakit gigi lah. Masa obat sakit hati.” Ingin rasanya aku menjitak kepala orang di depanku ini. Untung saja dia lebih tua dariku, jadi aku masih sedikit menghormatinya. “Soalnya aku biasanya minum ponstan atau paracetamol.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Apalagi di tambah wajah mulus disertai lesung pipi yang terkadang membuat para wanita insecure. Hanya saja sikap posesif Ken yang berlebihan dan ringan tangan jika sedang emosi terkadang membuat Lea takut. Awalnya Ken tidaklah seperti sekarang. Di awal pacaran, Ken adalah laki-laki lembut dan penyayang. Namun sejak memasuki bulan ke sepuluh, Ken mulai berubah.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

Aku tak bisa menahan diri untuk tidak melongo tak percaya setelah mendengar jawaban dari wanita ini, sulit dipercaya jika remaja polos dan lugu yang dulu menggilaiku malah sekarang terang-terangan mengataiku seakan aku adalah bakteri, virus, atau penyakit. Melihat Nandini yang hendak kembali tidur, aku langsung menarik tangannya hingga tubuhnya mendekat ke arahku dan kulit kami bersentuhan, tak ada jarak di antara kami bahkan hidung kami sudah saling menempel akibat kedekatan kami.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 632 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Biometric Alert: Detected irregular hormonal fluctuation on shared-sleeping proximity. High probability of pregnancy (HCG elevation) from subject nearby. Would you like to initiate “Early Pregnancy Mode”? Shaquelle membuka mata, memicingkan pandangan. “…Hah?” Ia mengangkat tangan pelan. “Apa ini? Pregnancy mode?” Ia menoleh. Di sampingnya, Aurelie masih tertidur pulas, memeluk guling seperti beruang kelaparan yang sedang hibernasi. Rambutnya awut-awutan, napasnya teratur, dan wajahnya tenang seperti tidak pernah memarahi printer sehari sebelumnya.
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Merry Go Around

Merry Go Around

Aku belum pasti hamil! Dan kedua suara itu langsung diam seribu bahasa. Merry membuka ponselnya yang ada di atas meja kerjanya dan membuka sebuah aplikasi. Dia mengecek tanggal berapa dia terakhir menstruasi. ‘Agustus … tanggal 22. Sekarang sudah September tanggal ….’ Bola mata Merry seketika langsung melebar. Dia sudah telat empat hari! *
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

Part 184 Seorang wanita tengah memandangi benda panjang kecil berwarna putih biru di tengahnya terlihat garis dua berwarna merah. "A_apa? A_ku hamil!? Bagaimana ini? Kok bisa sih aku hamil? Padahal selama ini aku selalu rajin meminum pil kb setiap bulan, tapi masih saja kebobolan! S*** sungguh s***!
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Kulitnya pucat, keringat membasahi dahinya, tangannya memegang perutnya. Bima masuk. "Selamat pagi, Bibi. Boleh saya periksa?" Wanita itu mengangguk lemah. Bima mengulurkan tangan di atas perut wanita itu tanpa menyentuh, menggunakan energi Mana jarak dekat. Dia merasakan energi Dingin yang sangat kuat di area Rahim dan Ovarium. Juga ada Stagnasi Darah yang parah di sana. 'Sindrom Dingin Rahim dengan Stagnasi Darah. Kemungkinan Endometriosis atau Dysmenorrhea kronis.'
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal

Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal

Ia berlari menuju pintu IGD, dan di sana, seorang perempuan berdiri dengan ekspresi cemas. Perempuan dengan perut membuncit, seperinya sedang hamil sekitar tujuh bulan. Wajahnya pucat, dan tangannya yang gemetar mencengkeram perutnya. Sean terdiam sejenak, mencoba memahami situasi. Lalu, dengan cepat ia mendekat. "Sejak kapan ini terjadi?" tanya Sean, suara penuh dengan rasa cemas dan gelisah.
9.9266.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai peri
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Aurora Aurora
GILA ITU EMA NYA SEAN, SEKAR SAMPE PINGSAN LIAT SEAN, JALAN DI LORONG RUMAH SAKIT,, SEAN JALAN SAMA CEWE LAGI HAMIL, TERUS SAMA ANAK KECIL PEREMPUAN YG MIRIP BRILIAN,, SEKAR KONTROL RUTIN JUGA, TEKANAN DARAH NYA JUGA NAIK, GEGARA MIKIRIN SEAN BALIK LARUT MALEM TERUS..!! MUNGKIN DINI HARI LEBIH TEPAT
Baca Semua Ulasan
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

Erika memegangi perutnya, wajahnya nampak pucat dengan dahi yang berpeluh. "Sera... tolong," Erika meringis, suaranya tertahan. "Bisa bantu aku berjaga di UGD sebentar? Hari pertama haid, perutku melilit sekali sampai rasanya mau pingsan." Sera segera bangkit, wajahnya dipenuhi rasa cemas. Ia memegang lengan Erika yang terasa dingin. "Ya ampun, Erika! Wajahmu pucat sekali. Kamu tidak apa-apa? Perlu aku ambilkan obat antinyeri?"
1029.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai peri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status