Penguasa hati
Ia tersenyum, dan kembali berbincang dengan teman-temannya.
Wibi menaruh beberapa textbook di atas meja. “Si Bombom belum dateng?” tanyanya sambil duduk di atas kursi berwarna kuning.
“Teu acan.” Bobby, lelaki yang rambutnya panjang lalu diikat itu menjawab acuh, matanya tak pernah lepas dari layar LCD gawai monokromnya.
“Kenapa sih, dimajuin segala kerja kelompoknya? Katanya mau malam?”
인기 회차