Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Greedy

Greedy

Tapi, Naina menahan rasa sakit itu dan menatap tajam Bara. "Nggak usah sok pintar. Kamu mau hal buruk terjadi kepada Rey? Nggak, 'kan?" Bara melepaskan cengkraman tangannya. "Sekarang aku tahu ada tiga jenis manusia di dunia ini. Dulu aku hanya mengenal dua jenis. Yaitu, baik dan jagat. Tapi sekarang, aku mengenal tiga jenis berkat dirimu. Yaitu, baik, jahat, dan menyedihkan," ucap Naina. Ia menunjuk Bara. "Dan kamu, kamu adalah tergolong orang yang menyedihkan. Kenapa? Dibilang baik kamu jauh dari kata itu, dibilang jahat juga kamu lebih kejam dari kata jahat. Kata yang tepat adalah menyedihkan. Kenapa? Karena kamu tidak mempunyai satu titik pun kebaikan di dalam hatimu. Jika orang jahat, a
105.2K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as pesimista
Read
+Library
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

__________b a t a s s u c i__________ Catatan Penulis: 'Pesonaku tidak berefek padanya, apakah itu artinya aku sudab tidak memesona lagi? —Damian as sadboy.' Kasihan banget Mas Damian sama istri sendiri dianggap biasa aja. Gimana mau ngeluluhinnya kalau gini? Oke, sampai ketemu di bab depan ya!
107.1K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as pesimista
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

"KARENA AKU ADALAH SEORANG PSIKOPAT!!" "Aku tidak memiliki perasaan untuk perduli dengan orang lain, hasrat dan keinginanku lah yang utama bagi ku." Nafas Speranza naik turun. Xaviera tersenyum, dia menepuk bahu Speranza dengan pelan. "Itulah yang berusaha kami jelaskan. Kamu tidak memiliki perasaan, kamu tidak perduli dengan orang lain dan kamu hanya mementingkan hasrat mu. Jadi, bagaimana bisa psikopat seperti mu memiliki kekasih dan jatuh cinta dengan orang lain?" Xaviera mengakhiri kalimatnya dengan senyuman.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as pesimista
Read
+Library
KESEPIAN ABADI

KESEPIAN ABADI

"Bocah itu gak akan berani ke tempat ini lagi, loe salah alamat kalau cari bocah ingusan itu di sini" Pria itu menggeleng pelan, menampilkan senyum smirk menyeramkan, seperti drama-drama luar yang sering ku tonton. Nevan mengerutkan keningnya bingung, sedangkan aku hanya bisa menelan ludah pahit, sepertinya hanya aku saja orang bodoh diantara mereka, tanpa banyak bicara lagi, Nevan menarik tanganku kasar, dan pergi dari hadapan mereka.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as pesimista
Read
+Library
Fake

Fake

Gadis hitam manis itu mengerut menunjukkan wajah sedihnya. “Aku belum bisa lepas dari Ali, dia terlalu obsesif kalo aku putus sama dia sekarang mungkin dia bakal cari masalah sama kamu. Kamu tahukan dia gimana, aku nggak mau kami kena masalah sama dia. Aku sayang kamu Shena.”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pesimista
Read
+Library
Patah

Patah

“Kalau apartemen Jaya maching lah sama mobilnya.” Manggala berpikir sejenak lalu menunjukkan pergelangan tangannya. “Aku punya Patek, dari Papa, tapi aku lebih nyaman pakai Zenith ini. Ini cukup banget buat aku. Toh fungsinya sama. Sama-sama sebagai penunjuk waktu.” Nayara terkekeh. “Apa kabar RM aku di Jaya ya?” “Paling dia simpan. Bahaya juga pakai gituan naik umum.”
1028.3K viewsCompletedAdded to Library 764 Times as pesimista
Read
+Library
Happier

Happier

Matanya tertuju ke halaman pertama yang di temukannya: ‘my mother decided I was depressed, presumably because I rarely left the house, spent quite a lot of time in bed, read the same book over and over, ate infrequently, and devoted quite a bit of my abundant free time to thinking about death. Eleanor merasa dirinya dulu terlalu lebih sering menghabiskan harinya dengan membaca buku berulang-ulang dan tak pernah meninggalkan Rumah kecuali untuk sekolah dan hal penting lainnya, dirinya Termasuk, Type Introvert. "Dan Aku berasumsi kalian semua bisa menyerahkan makalah tiga halaman pada hari Jumat," kata Mr. Horan.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pesimista
Read
+Library
Misunderstanding

Misunderstanding

ucapnya dengan penuh percaya diri. Ara mendecak. "Sok tahu kamu, Rick." "Lagian kenapa itu muka kayak kardus dilipet?" Erick sedikit mendelik. "Lo lagi PMS?" lanjutnya setengah berbisik. "Enggak, siapa juga yang PMS? Kamu kali," balas Ara sekenanya. "Oemji honey bunny sweety yang sweet-nya melebihi gulali, lo pikir gue cowok apaan PMS?" protes Erick.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as pesimista
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status