Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Empat dari Lima Bedebah

Empat dari Lima Bedebah

Lila mengambil benda itu, benda tipis berbentuk lingkaran terselimuti abu, ia mengusapnya. Sebuah pin emas dengan rantai yang melilitnya berkilau mengagumkan, namun meninggalkan tanda tanya besar. Di tengah pin tersebut tertulis "Seni Bela Diri Campuran-257" Sontak saja ia menyadari sesuatu yang mungkin saja penting, sebuah bayangan kasar tiba-tiba memenuhi isi kepalanya, datang mendekat lalu seperti hendak menikamnya. Lila terkesiap.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai pinset bedah
Baca
+Pustaka
Jebakan Bidadari Rumah Sakit

Jebakan Bidadari Rumah Sakit

Namaku Susan Jalius, perawat cantik di rumah sakit swasta. Aku terkenal di rumah sakit, bukan hanya karena aku adalah perawat yang berpengalaman, tetapi juga karena postur tubuhku yang menggoda. Rumah sakit kami mengharuskan perawatnya mengenakan seragam berwarna merah muda dan stoking putih yang seksi. Tapi aku sengaja memilih stoking yang agak ketat, karena pahaku yang berisi dan yang kubanggakan akan membentuk lekukan yang menggoda.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai pinset bedah
Baca
+Pustaka
Gadis Persinggahan

Gadis Persinggahan

perintah Tri. Dina melakukan zoom maksimal. Di punggung tangan kiri pramusaji itu, terdapat bekas luka bakar kecil berbentuk lingkaran sempurna. Itu bukan luka biasa. Itu adalah bekas luka cautery yang digunakan untuk menutup perdarahan kecil dalam prosedur bedah syaraf amatir. "Itu tanda dari laboratorium lama, Dina. Itu tanda 'kelinci' yang digunakan untuk uji coba sensorik," suara Tri bergetar, bukan karena takut, tapi karena amarah yang mendidih. "Siapa dia?"
834 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pinset bedah
Baca
+Pustaka
Rahim Terakhir di Sektor 7

Rahim Terakhir di Sektor 7

Ia meletakkan pinset medisnya di atas nampan dengan bunyi denting logam. "Siapa yang bilang kamu robot?" tanya Sophie, suaranya melembut satu tingkat. "Madam Valeska... dia panggil aku Aset Satu," bisik Aruna, kepalanya bergerak gelisah ke kiri dan kanan. Sophie menahan pipi Aruna dengan lembut menggunakan telapak tangannya yang terbungkus karet steril. Sinar lampu operasi yang tajam memperlihatkan bayangan matanya yang menyipit serius di balik masker.
10748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai pinset bedah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status