DIAMNYA ISTRIKU
Tiga puluh menit berlalu, kami telah sampai di depan perusahaan besar milik Haris.
"Bismillah, hari pertama kerja semoga aku tidak terlalu menyusahkan. Ris, tolong kamu kasih tahu aku ya, apa saja pekerjaanku. Karena ini kan baru sehari, nggak mungkin juga aku langsung bisa sendiri," ucapku penuh senyum sambil melepas sabuk pengaman.
"Bisa nggak lepasnya? Kalau nggak bisa biar aku yang ngelepasin," godanya dengan mengedipkan sebelah matanya. Jelas saja tingkahnya itu membuatku tertawa.