Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa

Rasa

senggol sang ibu memerintahkan nya untuk bersuara. "Abian," jawabnya singkat. Pandangannya masih ke arah sepatu yang ia kenakan. "Wah, Abian. Salam kenal yaa ini abah pemilik pondok pesantren Darul Haq, kalo yang ini panggil aja omah," balas abah memperkenalkan diri, senyum manisnya selalu membuat banyak anak luluh. Abah Kyra sangat menyukai anak kecil. Dirinya terkenal sangat ramah dengan santriwan dan santriwati disana.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

Sesekali kulihat dia tengah bercengkrama dengan teman sebayanya di sana, dan bibirku kembali melengkung saat melihatnya. Astagfirullah! Segera kutundukan kembali pandangan ini. Sesungguhnya mata adalah jamparing setan yang telah diolesi dengan racun. Perkataan Abah saat pertama kali menginjakan kaki di pondok ini terngiang seketika. "Kang, ditunggu anak-anak Hadroh," tegur salah satu santri.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Sungguh romantis kamu hujan, ngerti aja kalau aku ngantuk. Aku bangun sembari mengumpulkan nyawa, lalu keluar dari kamar rumah dinas ayah. Rumah lumayan sepi. Ayah ada kunjungan gitu ke Situbondo 2 hari. Mungkin sore ini baru pulang. Kata beliau, aku sudah dibelikan tape singkong yang buanyak dan harus dihabiskan sebagai tanda cinta anak ke bapaknya. Ih ayah apaan sih. Bomat, palingan juga tuh tape diubah jadi tape goreng sama bunda. Cemilan Malang yang terkenal dengan nama ‘Rondho Royal’.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Pokoknya, kalau urusan makan, aku tidak ingin banyak berbasa basi. Saat dr. Vadi hendak berdiri, tiba-tiba suara ponselnya memekik dari saku celana. Lelaki itu kembali duduk dan merogoh saku denimnya. Menatap layar ponsel dengan mata yang terpicing, kemudian berkata dengan lirih, “Abah.” “Angkat, Mas. Aku juga ingin ngobrol rasanya.” Aku buru-buru menelan nasi dan potongan ikan bakar, lalu menyedot es jeruk yang rasanya manis sekaligus segar.
9.875.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN KAKAK SEPUPU

MALAM PERTAMA DENGAN KAKAK SEPUPU

Kami memanggilnya dengan panggilan 'Abah' karena pria tua itu tak nyaman disebut kakek katanya. Sayangnya, pria lucu yang kuhormati itu, jatuh sakit karena stroke yang dialaminya. Dan setelah dua tahun, tak ada perkembangan sama sekali. "Iya, Abah. Kami akan selalu mengingat dan melaksanakan pesan Abah!" Om Hasan menyahut. Beliau adalah anak tertua yang sangat disegani oleh keluarga besar kami.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

tanya Zilga yang membuat sang abah mengetutkan dahi. “Abah nggak ingat makan berapa buah, yang jelas ... dua bungkus martabak setan itu Abang makan dengan Tante dan adikmu. Ya sudah, Abah pergi dulu, mau bawa penumpang ke luar kota. Kamu nebeng pulang atau pakai motor sendiri?” “Zilga bawa motor sendiri. Abah hati-hati!” Zilga meraih pungung tangan sang abah dan menciumnya.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

kata Abah menunjukkan jempolnya. Aku tertawa. Abah juga melakukan hal yang sama. Setelah puas memperhatikan Abah minum, aku izin pergi ke dalam. “Fatih pasti seneng punya istri sepertimu bisa bikin kopi yang enak, Nduk, Nduk.” Abah masih melancarkan pujian. Aku yang sudah memasuki pintu menoleh sembari tersenyum. “Nggeh, Bah,” kataku mengangguk.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Ayah

Duda Pilihan Ayah

Air mata menuruni pipi tuanya, pelan tapi pasti, membasuh kesombongan yang selama ini ia pelihara. “Maafkan Kakek, Nak... pasti berat sekali jadi kamu,” ucapnya lagi. Suaranya serak, nyaris tak terdengar, tapi penuh penyesalan. Sosok yang selama ini ia tolak dan curigai, ternyata darah dagingnya sendiri. Benar adanya, penyesalan memang selalu datang terlambat.
9.777.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pondok abah
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Yanti
terlalu banyak kata dirinya dalam 1 kalimat. contoh bab 22. seharusnya : Dewa diam, bekas luka itu didapat ketika baru saja pulang dari bekerja paruh waktu, untuk membeli makan, membiayai kedua adiknya, dan membayar kontrakan namun saat perjalanan pulang dia dihadang oleh tiga orang laki-laki yang.
Baca Semua Ulasan
Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Kira-kira gimana reaksi anak ini, ya? “Terus Joy mesti manggil gimana?” cecar bocah itu tak puas. “Masa Kakak Lukas?” Terdengar suara Miranda dan Lukas tertawa keras. Suasana tegang mencair sudah. Selanjutnya Miranda memangku keponakan tercintanya itu dan berkata, “Om ini sebenarnya ayahnya Joy. Jadi mulai sekarang Joy panggil Papa, ya?”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai pondok abah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status