Bara Dendam Sang Prabu Boko
Ia berjanji dalam hati, dalam setiap isakannya, untuk melindungi keluarga kecil ini dengan seluruh hidupnya.
Kabar bahagia kelahiran kembar itu tak membutuhkan waktu lama untuk menyebar. Bagai hembusan angin malam yang menerbangkan harum bunga sedap malam, berita itu terbang cepat melintasi lembah dan ngarai, menuju puncak Walaing yang dingin dan terpencil. Di sana, di dalam sanggar pemujaannya yang sunyi, Prabu Boko, yang dikenal pula sebagai Mpu Kumbhayoni, sedang khusyuk melaksanakan ritual Jagra Upawasa Siwaratri. Cahaya pelita menari-nari di wajahnya yang diukir waktu dan pengalaman, bayangannya memanjang di dinding gua yang basah. Hening, begitu hening, kecuali gumam mantra dan embusan
인기 회차