PENDEKAR TAPAK DEWA
Pelan tapi pasti, bayi di hadapannya pun menggerak-gerakkan kaki dan tangannya, lalu disusul oleh suara tangisnya yang cukup nyaring.
"Ohhh…kau titisan para Dewa…!" berucap Dato Hongli, seraya mengangkat bayi itu dan meletakkannya di dadanya dengan penuh kasih-sayang. "Aku berjanji akan membesarkanmu, dan akan kuwariskan seluruh ilemuku. Kelak kau akan menebus semua kebiadaban ini, Sayang. Kau kuberi nama La Mudu. Ya, La Mudu, yang artinya Si yang Terbakar!"